Kotijah, Siti (2026) Dampak Kurangnya Keterlibatan Figur Ayah Terhadap Pendidikan Dan Hak Asuh Anak Dalam Perspektif Hukum Keluarga Islam (Studi Kasus Di Desa Tertek Kecamatan Pare Kabupaten Kediri). Undergraduate (S1) thesis, UIN Syekh Wasil Kediri.
|
Text
22301104_prabab.pdf Download (792kB) |
|
|
Text
22301104_bab1.pdf Download (298kB) |
|
|
Text
22301104_bab2.pdf Download (337kB) |
|
|
Text
22301104_bab3.pdf Download (189kB) |
|
|
Text
22301104_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (272kB) |
|
|
Text
22301104_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (266kB) |
|
|
Text
22301104_bab6.pdf Download (126kB) |
|
|
Text
22301104_daftarpustaka.pdf Download (173kB) |
|
|
Text
Pernyataan_Upload.pdf Download (236kB) |
Abstract
Fenomena fatherless yang terjadi di Desa Tertek, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri merupakan kondisi yang masih banyak ditemukan di tengah masyarakat dan dianggap sebagai hal yang lumrah. Praktik ini di latar belakangi dengan ayah hadir secara fisik dalam keluarga, tetapi belum menjalankan perannya secara optimal dalam memberikan perhatian, pendampingan, komunikasi, dan dukungan emosional kepada anak. Kondisi tersebut dapat memengaruhi proses pendidikan, pengasuhan, serta pemenuhan hak-hak anak.. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kurangnya keterlibatan figur ayah terhadap pendidikan dan hak asuh anak serta mengkaji sikap ayah pada kondisi fatherless dalam perspektif hukum keluarga Islam. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris (socio legal research) dengan pendekatan konseptual, pendekatan kasus, dan pendekatan perundang-undangan yang bertujuan menelaah sejauh mana bentuk kurangnya keterlibatan ayah dalam ketentuan hukum yang berkaitan dengan kewajiban orang tua dan hak anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi fatherless memberikan dampak terhadap pendidikan dan hak asuh anak. Dampak tersebut terlihat dari menurunnya motivasi belajar, kurangnya perhatian terhadap kegiatan pendidikan, rendahnya intensitas komunikasi antara ayah dan anak, serta belum terpenuhinya kebutuhan emosional anak secara optimal. Dalam aspek hak asuh, tanggung jawab pengasuhan lebih banyak dijalankan oleh ibu sehingga peran ayah dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak menjadi terbatas. Ditinjau dari perspektif Hukum Keluarga Islam, sikap ayah pada kondisi fatherless belum sepenuhnya mencerminkan pelaksanaan tanggung jawab sebagaimana yang diamanatkan dalam Al-Qur'an, hadis, dan Kompilasi Hukum Islam. Ayah tidak hanya berkewajiban memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk mendidik, membimbing, melindungi, serta memberikan kasih sayang dan perhatian kepada anak. Tanggung jawab tersebut sejalan dengan tujuan Maqāṣid al-Syarī'ah, yaitu mewujudkan kemaslahatan melalui pemeliharaan agama (hifz al-dīn), jiwa (hifz al-nafs), akal (hifz al-'aql), keturunan (hifz al-nasl), dan harta (hifz al-māl).
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES (Ilmu Hukum) > 1801 Law and Islamic Law > 180113 Family Law (incl. Islamic Family Law, Munakahat) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Ahwal Al-Syakhsiyah - Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | SITI KOTIJAH |
| Date Deposited: | 02 Jul 2026 04:29 |
| Last Modified: | 02 Jul 2026 04:30 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/23169 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
