Putra, Lucky Aldi Wahyu (2026) NAFKAH MENURUT STANDARISASI TIKTOK PERSPEKTIF SOSIOLOGI HUKUM ISLAM PADA PASANGAN PERNIKAHAN GENERASI Z {Studi Kasus di Desa Tulungrejo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri}. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Syekh Wasil Kediri.
|
Text
21301108_prabab.pdf Download (929kB) |
|
|
Text
21301108_bab1.pdf Download (188kB) |
|
|
Text
21301108_bab2.pdf Download (290kB) |
|
|
Text
21301108_bab3.pdf Download (82kB) |
|
|
Text
21301108_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (529kB) |
|
|
Text
21301108_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (140kB) |
|
|
Text
21301108_bab6.pdf Download (12kB) |
|
|
Text
21301108_daftar pustaka.pdf Download (138kB) |
|
|
Text
21301108_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (808kB) |
|
|
Text
21301108_sp.pdf Restricted to Repository staff only Download (225kB) |
Abstract
Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan socio-legal. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap sepuluh pasangan suami istri Generasi Z serta observasi langsung di lokasi penelitian. Sementara itu, data sekunder dikumpulkan dari berbagai sumber, seperti literatur fikih, peraturan perundang-undangan, dan kajian mengenai media digital. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan perspektif sosiologi hukum Islam dan teori Roscoe Pound sebagai kerangka analisis. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, terjadi perluasan makna nafkah di kalangan Generasi Z yang tidak lagi terbatas pada pemenuhan kebutuhan dasar berupa sandang, pangan, dan papan, tetapi juga mencakup uang pegangan pribadi bagi istri, kebutuhan digital seperti kuota internet dan layanan streaming, serta pemenuhan gaya hidup bermerek. Perubahan ini dipengaruhi oleh algoritma TikTok yang mendorong terjadinya perbandingan sosial ke atas (upward social comparison). Kedua, standarisasi nafkah yang viral di TikTok membentuk suatu hiperrealitas yang berpotensi mengancam tercapainya maqashid syariah, khususnya dalam aspek perlindungan keturunan (hifz al-nasl) melalui meningkatnya keengganan untuk menikah, perlindungan jiwa (hifz al-nafs), dan perlindungan agama (hifz al-din) akibat bergesernya orientasi spiritual menuju nilai-nilai materialistis. Selain itu, media sosial juga berperan sebagai agen sosialisasi baru yang mulai menggantikan otoritas tradisional dalam membentuk pemahaman mengenai nafkah. Ketiga, keluarga yang memiliki komunikasi interpersonal yang baik dan tingkat literasi media yang tinggi cenderung menunjukkan resiliensi yang lebih kuat. Mereka mampu menyikapi konten media sosial secara kritis serta tidak menjadikan standar nafkah yang beredar di TikTok sebagai tolok ukur mutlak dalam kehidupan rumah tangga. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan hukum keluarga Islam di era digital dengan menegaskan pentingnya ijtihad yang kontekstual serta penguatan literasi digital dalam program bimbingan pranikah. Upaya tersebut diperlukan agar pasangan muda mampu memahami konsep nafkah secara proporsional dan tidak terjebak pada standar yang tidak realistis akibat konstruksi media sosial.
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES (Ilmu Hukum) > 1801 Law and Islamic Law > 180113 Family Law (incl. Islamic Family Law, Munakahat) 18 LAW AND LEGAL STUDIES (Ilmu Hukum) > 1801 Law and Islamic Law > 180119 Law and Society (Hukum dan Masyarakat) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Ahwal Al-Syakhsiyah - Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | LUCKY ALDI WAHYU ARMANTO PUTRA |
| Date Deposited: | 01 Jul 2026 06:38 |
| Last Modified: | 01 Jul 2026 06:38 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/23115 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
