Arum, Galuh Sekar (2026) Penegakan hukum lingkungan terhadap pencemaran udara industri pabrik pupuk dalam perspektif maslahah al-ammah dan fiqh al-biah (studi kasus di desa Kedungsari kec Tarokan kab Kediri). Undergraduate (S1) thesis, UIN Syekh Wasil Kediri.
|
Text
22303010_prabab.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
BAB I .pdf Download (396kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (374kB) |
|
|
Text
BAB III..pdf Download (302kB) |
|
|
Text
BAB V .pdf Restricted to Registered users only Download (447kB) |
|
|
Text
BAB IV .pdf Restricted to Registered users only Download (322kB) |
|
|
Text
BAB VI .pdf Download (185kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA .pdf Download (248kB) |
Abstract
Aktivitas industri pabrik pupuk di Kabupaten Kediri yang menimbulkan berbagai keluhan dari masyarakat sekitar. Pencemaran tersebut berupa bau menyengat yang terjadi secara berulang sehingga mengganggu kenyamanan, aktivitas sehari-hari, serta kesehatan masyarakat. Selain itu, penanganan dan penegakan hukum terhadap dugaan pencemaran dinilai belum berjalan secara maksimal, sehingga masyarakat masih merasakan dampak pencemaran hingga saat ini. Kondisi tersebut menimbulkan persoalan mengenai tanggung jawab industri terhadap lingkungan hidup serta perlindungan hukum bagi masyarakat terdampak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pencemaran udara yang ditimbulkan oleh aktivitas industri pabrik pupuk, mengetahui bentuk penegakan hukum terhadap pencemaran udara tersebut, serta menganalisisnya berdasarkan prinsip Maṣlaḥah al-‘Āmmah dan Fiqh al-Bi’ah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian empiris. Sumber data diperoleh melalui wawancara dengan masyarakat terdampak, pihak pemerintah, dan pihak terkait lainnya, serta didukung dengan dokumentasi dan studi pustaka yang berkaitan dengan pencemaran lingkungan dan hukum Islam. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif analitis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas industri pabrik pupuk menimbulkan pencemaran udara berupa bau menyengat yang berdampak pada kesehatan dan kenyamanan masyarakat sekitar. Masyarakat mengeluhkan gangguan pernapasan, mual, serta ketidaknyamanan akibat bau yang ditimbulkan. Dalam aspek penegakan hukum, pemerintah dan instansi terkait telah melakukan beberapa upaya seperti pengawasan dan peninjauan lapangan, namun pelaksanaannya dinilai belum optimal karena pencemaran masih terus dirasakan masyarakat. Dalam perspektif Maṣlaḥah al-‘Āmmah, aktivitas industri seharusnya memberikan kemanfaatan bagi masyarakat dan tidak menimbulkan mudarat yang merugikan kepentingan umum. Sedangkan dalam kajian Fiqh al-Bi’ah, menjaga lingkungan hidup merupakan kewajiban manusia sebagai khalifah di bumi. Oleh karena itu, pencemaran udara yang menimbulkan kerugian bagi masyarakat bertentangan dengan tujuan syariat, khususnya dalam menjaga jiwa (ḥifẓ al-nafs) dan menjaga kemaslahatan umum.
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES (Ilmu Hukum) > 1801 Law and Islamic Law > 180108 Constitutional Law (Hukum Tata Negara) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Tata Negara |
| Depositing User: | GALUH SEKAR ARUM |
| Date Deposited: | 01 Jul 2026 02:51 |
| Last Modified: | 01 Jul 2026 02:51 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/23050 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
