Rohman, Ahmad Taufiqur (2026) RESTORATIVE JUSTICE BAGI ANAK SEBAGAI PELAKU KEKERASAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN KETAHANAN KELUARGA. Masters (S2) thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYEKH WASIL KEDIRI.
|
Text
24507002_prabab.pdf Download (985kB) |
|
|
Text
24507002_bab1.pdf Download (448kB) |
|
|
Text
24507002_bab2.pdf Download (594kB) |
|
|
Text
24507002_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (348kB) |
|
|
Text
24507002_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (498kB) |
|
|
Text
24507002_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (325kB) |
|
|
Text
24507002_bab6.pdf Download (251kB) |
|
|
Text
24507002_daftar pustaka.pdf Download (256kB) |
|
|
Text
24507002_pernyataanupload.pdf Restricted to Repository staff only Download (292kB) |
Abstract
Rohman, Ahmad Taufiqur, 2026, RESTORATIVE JUSTICE BAGI ANAK SEBAGAI PELAKU KEKERASAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN KETAHANAN KELUARGA. Tesis, Program Studi Hukum Keluarga Islam, Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri. Pembimbing: (1) Dr. H. Ilham Tohari, S.H., M.H.I.; (2) Dr. H. Baitur Rohman, M.Hum. Kata Kunci: Restorative Justice, Anak Pelaku KDRT, Hukum Islam, Ketahanan Keluarga, Diversi. Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan anak terhadap orang tua merupakan fenomena yang kian memprihatinkan. Pendekatan retributif berupa pemenjaraan dinilai tidak memadai karena gagal memulihkan kondisi korban dan justru memperlemah ketahanan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan menganalisis: (1) konstruksi hukum positif Indonesia yang mengatur penerapan Restorative Justice terhadap anak pelaku KDRT; (2) tinjauan Hukum Islam terhadap konsep Restorative Justice bagi anak pelaku KDRT; dan (3) implikasi penerapan Restorative Justice dalam perspektif Hukum Islam terhadap ketahanan keluarga (family resilience). Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode interpretasi gramatikal. Sumber hukum primer meliputi UU SPPA No. 11/2012, UU PKDRT No. 23/2004, UU Perlindungan Anak No. 35/2014, Perkap No. 8/2021, Perja No. 15/2020, dan PERMA No. 1/2024, serta literatur fikih Islam klasik dan kontemporer sebagai sumber sekunder. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, hukum positif Indonesia telah menyediakan kerangka komprehensif bagi penerapan Restorative Justice, dengan perbedaan antara anak dewasa yang tunduk pada UU PKDRT dengan penerapan bersifat fakultatif (tidak diwajibkan), dan anak berhadapan dengan hukum (ABH) yang tunduk pada UU SPPA dengan diversi bersifat wajib (mandatory) dengan tujuan agar tercapainya pemulihan hubungan keluarga, rehabilitasi pelaku, pemulihan korban, dan pemeliharaan keharmonisan dalam lingkup rumah tangga. Kedua, Hukum Islam bersikap afirmatif (menguatkan) dan komplementer (melengkapi atau menyempurnakan) terhadap Restorative Justice, karena prinsip shulhu, ta'zir, ta'dib, dan 'afwu. secara substantif merupakan manifestasi keadilan restoratif yang telah lama dipraktikkan dalam tradisi fikih Islam. Ketiga, penerapan Restorative Justice memiliki implikasi positif yang signifikan terhadap pemulihan tiga pilar ketahanan rumah tangga, yaitu sakinah, mawaddah, dan rahmah, sekaligus memulihkan delapan fungsi keluarga yang ditetapkan BKKBN. Walaupun pemenjaraan dapat memberikan efek jera kepada pelaku, tetapi untuk membangun ketahanan hubungan keluarga pelaksanaan pidana yang menggunakan pendekatan Restorative Justice lebih cocok dalam penerapannya.
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Masters (S2)) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES (Ilmu Hukum) > 1801 Law and Islamic Law > 180102 Access to Justice 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES (Filosofi dan Studi Agama) > 2201 Applied Ethics > 220104 Human Rights and Justice Issues |
| Depositing User: | AHMAD TAUFIQUR ROHMAN |
| Date Deposited: | 26 Jun 2026 02:30 |
| Last Modified: | 26 Jun 2026 02:30 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/22733 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
