Lutfiyah, Ismatul (2026) Relasi Suami Istri Tentang Hak Dan Kewajiban Dalam Mewujudkan Keharmonisan Rumah Tangga Perspektif Teori Mubadalah (Studi Di Desa Pehkulon Kecamatan Papar). Undergraduate (S1) thesis, UIN Syekh Wasil Kediri.
|
Text
22301059_prabab.pdf Download (842kB) |
|
|
Text
22301059_bab1.pdf Download (339kB) |
|
|
Text
22301059_bab2.pdf Download (400kB) |
|
|
Text
22301059_bab3.pdf Download (307kB) |
|
|
Text
22301059_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (356kB) |
|
|
Text
22301059_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (326kB) |
|
|
Text
22301059_bab6.pdf Download (231kB) |
|
|
Text
22301059_daftarpustaka.pdf Download (265kB) |
|
|
Text
Pernyataan_Upload2.pdf Restricted to Repository staff only Download (227kB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya relasi suami istri yang menunjukkan pelaksanaan hak dan kewajiban secara seimbang dalam kehidupan rumah tangga di Desa Pehkulon Kecamatan Papar. Hubungan yang dibangun atas dasar kesalingan, kerja sama, dan saling menghargai tersebut mencerminkan nilai-nilai yang sejalan dengan Teori Mubadalah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relasi suami istri dalam menjalankan hak dan kewajiban berdasarkan perspektif Teori Mubadalah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang pentingnya kesalingan dan keadilan dalam mewujudkan keharmonisan rumah tangga.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangaan (studi kasus). Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan pasangan suami istri di Desa Pehkulon. Data yang terkumpul kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai praktik relasi dalam rumah tangga.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Relasi suami istri di Desa Pehkulon mulai bergerak ke arah yang lebih seimbang. Suami dan istri sama-sama terlibat dalam menjalankan peran, pembagian tugasnya dilakukan secara fleksibel, dan keputusan keluarga diambil melalui musyawarah. (2) Dalam perspektif Teori Mubadalah, relasi tersebut telah mengarah pada lima pilar utama, yaitu mitsaqan ghalizha yang tampak dari komitmen menjaga keutuhan rumah tangga, prinsip berpasangan yang tercermin dalam pembagian peran yang saling melengkapi, mu‘asyarah bil ma‘ruf melalui sikap saling menghargai dan menjaga perasaan, musyawarah dalam pengambilan keputusan, serta taradin minhuma dalam bentuk saling memberi izin dan menjaga kepercayaan. Namun, kesalingan yang terbangun belum sepenuhnya kuat, terutama dalam hal keterbukaan komunikasi. Dengan demikian, keharmonisan rumah tangga tidak hanya ditentukan oleh pembagian peran, tetapi juga oleh kemampuan pasangan dalam membangun komunikasi, saling memahami, dan menyesuaikan diri dalam menjalani kehidupan bersama. Kata Kunci: Relasi Suami Istri, Hak dan Kewajiban, Teori Mubadalah, Keharmonisan
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES (Ilmu Hukum) > 1801 Law and Islamic Law > 180113 Family Law (incl. Islamic Family Law, Munakahat) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Ahwal Al-Syakhsiyah - Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | ISMATUL LUTFIYAH |
| Date Deposited: | 26 Jun 2026 02:56 |
| Last Modified: | 26 Jun 2026 02:56 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/22732 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
