Pradana, Wahyu (2026) Tinjauan Sosiologi Hukum Islam Terhadap Fenomena Tingginya Angka Pengajuan Perceraian Oleh Aparatur Sipil Negara ( Studi Kasus Di Kabupaten Kediri ). Undergraduate (S1) thesis, UIN Syekh Wasil Kediri.
|
Text
22301046_prabab.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
22301046_bab1.pdf Download (547kB) |
|
|
Text
22301046_bab2.pdf Download (731kB) |
|
|
Text
22301046_bab3.pdf Download (334kB) |
|
|
Text
22301046_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (469kB) |
|
|
Text
22301046_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (328kB) |
|
|
Text
22301046_bab6.pdf Download (291kB) |
|
|
Text
22301046_daftarpustaka.pdf Download (421kB) |
|
|
Text
22301046_Lembar Pernyataan Persetujuan Publikasi_wahyupradana.pdf Download (472kB) |
Abstract
Perceraian merupakan salah satu permasalahan sosial yang semakin banyak terjadi dalam kehidupan masyarakat. Fenomena ini tidak hanya terjadi pada masyarakat umum, tetapi juga di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang pada dasarnya diharapkan mampu menjaga stabilitas kehidupan keluarga karena kedudukannya sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat. Namun demikian, data pengajuan perceraian ASN di Kabupaten Kediri menunjukkan adanya peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya berbagai faktor yang memengaruhi keharmonisan rumah tangga ASN sehingga mendorong terjadinya perceraian. Oleh karena itu, fenomena tingginya angka pengajuan perceraian oleh ASN di Kabupaten Kediri menjadi menarik untuk diteliti guna mengetahui faktor-faktor yang melatarbelakanginya serta memahami kondisi sosial yang terjadi di lingkungan ASN. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan sosiologi hukum Islam. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari sumber primer melalui wawancara dengan pihak BKPSDM Kabupaten Kediri, hakim Pengadilan Agama Kabupaten Kediri dan didukung oleh data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, literatur, serta dokumen terkait. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara kualitatif menggunakan pola berpikir induktif untuk memperoleh pemahaman mengenai fenomena yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena tingginya angka pengajuan perceraian oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Kediri merupakan gejala sosial yang dipengaruhi oleh berbagai faktor dalam kehidupan rumah tangga. Faktor-faktor yang menyebabkan tingginya pengajuan perceraian meliputi perselisihan dan pertengkaran yang terjadi secara terus-menerus, merasa kurang atas nafkah yang diberikan oleh suami, masalah ekonomi, kurangnya komunikasi, perselingkuhan, terlilit hutang serta menurunnya keharmonisan keluarga. Dalam tinjauan sosiologi hukum Islam, fenomena tersebut menunjukkan bahwa perceraian tidak hanya dipengaruhi oleh aspek hukum, tetapi juga oleh kondisi sosial yang berkembang dalam kehidupan masyarakat. Islam memandang perceraian sebagai perbuatan yang diperbolehkan sebagai jalan terakhir apabila tujuan perkawinan sudah tidak dapat diwujudkan dan justru menimbulkan kemudaratan, meskipun tetap mengutamakan upaya menjaga keutuhan rumah tangga melalui komunikasi, musyawarah, dan perdamaian.
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES (Ilmu Hukum) > 1801 Law and Islamic Law > 180128 Islamic Family Law > 18012807 Talaq, Khulu'(Divorce) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Ahwal Al-Syakhsiyah - Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | WAHYU PRADANA |
| Date Deposited: | 25 Jun 2026 04:40 |
| Last Modified: | 25 Jun 2026 04:40 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/22698 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
