Arifin, Dede (2026) Pemenuhan Hak-Hak Anak Pasca Perceraian Perspektif Perundang-Undangan (studi Kasus di Desa Tanjung Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri). Undergraduate (S1) thesis, UIN Syekh Wasil Kediri.
|
Text
22301009_prabab.pdf Download (893kB) |
|
|
Text
22301009_bab1.pdf Download (421kB) |
|
|
Text
22301009_bab2.pdf Download (537kB) |
|
|
Text
22301009_bab3.pdf Download (290kB) |
|
|
Text
22301009_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (286kB) |
|
|
Text
22301009_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (349kB) |
|
|
Text
22301009_bab6.pdf Download (180kB) |
|
|
Text
22301009_DaftarPustaka.pdf Download (233kB) |
|
|
Text
Lembar Pernyataan Persetujuan Publikasi.pdf Restricted to Repository staff only Download (252kB) |
Abstract
Perceraian tidak menghapus kewajiban orang tua terhadap anak. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan ketidaksesuaian antara ketentuan hukum dan realitas sosial, khususnya terkait pemenuhan hak-hak anak pasca perceraian. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena di Desa Tanjung, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, yang menunjukkan bahwa sebagian besar anak berada dalam pengasuhan ibu, sedangkan keterlibatan ayah dalam pemenuhan nafkah dan pengasuhan cenderung berkurang setelah perceraian. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis praktik pemenuhan hak-hak anak pasca perceraian di Desa Tanjung; dan (2) menganalisis kesesuaian praktik tersebut dengan Kompilasi Hukum Islam, Undang-Undang Perkawinan, Putusan Hakim, dan Undang-Undang Perlindungan Anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian empiris dengan pendekatan Sosiologi Hukum dan Perundang-Undangan. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas lima keluarga pasca perceraian yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pemenuhan hak anak pasca perceraian di Desa Tanjung didominasi oleh pengasuhan yang dilakukan oleh ibu. Dari lima informan yang diteliti, empat anak berada dalam pengasuhan ibu dan satu anak berada dalam pengasuhan ayah. Pemenuhan hak anak, terutama nafkah, belum sepenuhnya optimal karena sebagian ayah tidak memberikan nafkah secara rutin, bahkan ada yang tidak lagi berkontribusi setelah perceraian. Meskipun demikian, kebutuhan dasar anak seperti pendidikan, sandang, pangan, dan tempat tinggal pada umumnya masih terpenuhi melalui usaha orang tua pengasuh dan dukungan keluarga besar. Ditinjau dari Kompilasi Hukum Islam, Undang-Undang Perkawinan, Putusan Hakim, dan Undang-Undang Perlindungan Anak, praktik pemenuhan hak anak di Desa Tanjung pada dasarnya telah sesuai dalam aspek pengasuhan dan perlindungan anak, namun masih terdapat ketidaksesuaian pada aspek pelaksanaan kewajiban nafkah dan keterlibatan sebagian ayah pasca perceraian. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kesadaran hukum dan tanggung jawab orang tua agar hak-hak anak tetap terpenuhi secara optimal setelah terjadinya perceraian.
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES (Ilmu Hukum) > 1801 Law and Islamic Law > 180113 Family Law (incl. Islamic Family Law, Munakahat) 18 LAW AND LEGAL STUDIES (Ilmu Hukum) > 1801 Law and Islamic Law > 180128 Islamic Family Law > 18012810 Hadhanah (Child Custody, Guardianship, Paternity) 18 LAW AND LEGAL STUDIES (Ilmu Hukum) > 1801 Law and Islamic Law > 180128 Islamic Family Law > 18012813 Nafaqah |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Ahwal Al-Syakhsiyah - Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | DEDE ARIFIN |
| Date Deposited: | 25 Jun 2026 02:37 |
| Last Modified: | 25 Jun 2026 02:37 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/22679 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
