Konsep Syukur dalam al-Qur'an dan Relevansinya dengan Insecure: Studi Komparatif Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Al-Mishbah

Avrilia, Ananda (2026) Konsep Syukur dalam al-Qur'an dan Relevansinya dengan Insecure: Studi Komparatif Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Al-Mishbah. Undergraduate (S1) thesis, UIN Syekh Wasil Kediri.

[img] Text
22102014_prabab.pdf

Download (587kB)
[img] Text
22102014_bab1.pdf

Download (350kB)
[img] Text
22102014_bab2.pdf

Download (318kB)
[img] Text
22102014_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (469kB)
[img] Text
22102014_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (300kB)
[img] Text
22102014_bab5.pdf

Download (191kB)
[img] Text
22102014_daftarpustaka.pdf

Download (230kB)
[img] Text
22102014_PernyataanUpload.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (244kB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep syukur dalam al-Qur’an berdasarkan penafsiran Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar dan M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah, dengan fokus pada relevansinya terhadap fenomena insecure pada kehidupan modern. Kajian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya perasaan kurang, kecenderungan membandingkan diri, serta keresahan batin yang menunjukkan lemahnya internalisasi nilai syukur. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penafsiran kedua mufassir tentang konsep syukur pada ayat-ayat yang dikaji, menganalisis persamaan dan perbedaannya, serta mengungkap relevansinya dalam menghadapi fenomena insecure. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir muqāran (komparatif). Sumber data primer yang digunakan adalah Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka dan Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab, sedangkan sebagai sumber data sekunder diperoleh dari literatur yang relevan dengan tema syukur dan fenomena insecure. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan secara sistematis. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dan komparatif untuk menemukan titik temu, perbedaan, serta relevansi dari penafsiran kedua mufassir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Buya Hamka dan M. Quraish Shihab sama-sama memandang syukur sebagai fondasi keimanan yang berperan penting dalam mencegah munculnya perasaan insecure. Hamka menekankan syukur sebagai pembinaan jiwa yang melahirkan keteguhan hati, rasa cukup, dan kepercayaan diri karena manusia menyadari kemuliaannya sebagai makhluk Tuhan. Sementara itu, Quraish Shihab memaknai syukur sebagai kesadaran reflektif dan sikap aktif yang menumbuhkan stabilitas psikologis serta keseimbangan batin. Kedua mufassir sepakat bahwa hilangnya syukur dapat melahirkan kegelisahan batin dan rasa kurang, terutama ketika terjebak dalam perbandingan sosial terhadap pencapaian orang lain, termasuk dalam bidang akademik. Dengan demikian, konsep syukur dalam kedua tafsir relevan untuk menghadapi fenomena insecure yang muncul akibat kecenderungan membandingkan diri dengan keberhasilan akademik orang lain, karena syukur menumbuhkan penerimaan diri, rasa cukup, serta kesadaran akan nilai dan potensi yang telah dianugerahkan Allah.

Item Type: Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1))
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES (Filosofi dan Studi Agama) > 2299 Other Philosophy and Religious Studies > 229999 Philosophy and Religious Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: ANANDA AVRILIA
Date Deposited: 12 Jun 2026 03:50
Last Modified: 12 Jun 2026 03:50
URI: https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/22445

Actions (login required)

View Item View Item