Implementasi keberkahan bagi pedagang kaki lima pada pengajian Gus Lik di KOTA KEDIRI

Eri, Er and Susan, Ss and Sari, Sr and Mukarom, Mk (2026) Implementasi keberkahan bagi pedagang kaki lima pada pengajian Gus Lik di KOTA KEDIRI. Undergraduate (S1) thesis, UIN Syekh Wasil Kediri.

[img] Text
21105057_prabab.pdf

Download (505kB)
[img] Text
21105057_bab1.pdf

Download (258kB)
[img] Text
21105057_bab2.pdf

Download (259kB)
[img] Text
21105057_bab3.pdf

Download (246kB)
[img] Text
21105057_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (520kB) | Request a copy
[img] Text
21105057_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (299kB) | Request a copy
[img] Text
21105057_bab6.pdf

Download (140kB)
[img] Text
21105057_daftarpustaka.pdf

Download (179kB)
[img] Text
21105057_Pernyataan_Upload.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (251kB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini mengkaji refleksi keberkahan yang dialami oleh pedagang kaki lima dalam konteks pengajian Gus Lik di Kota Kediri. Di kota ini, terdapat sebuah paguyuban pedagang yang menunjukkan sikap tawadhu’ dan loyalitas terhadap sosok ulama kharismatik Gus Lik, yang diwujudkan melalui partisipasi rutin mereka dalam pengajian dimanapun Gus Lik mengaji mereka selalu mengikuti dan juga menerapkan amalan-amlan yang telah Gus Lik ajarkan. Fenomena ini menjadi menarik untuk dikaji, khususnya dalam melihat bagaimana keberkahan dimaknai dan direfleksikan dalam aktivitas keagamaan maupun kehidupan seharihari para pedagang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif, serta meminjam teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann, yang menjelaskan bahwa realitas sosial terbentuk melalui tiga proses dialektis yaitu eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap paguyuban pedagang kaki lima yang secara rutin mengikuti pengajian. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik, sumber dan waktu. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna keberkahan tidak hanya diartikan sebagai rezeki yang berlimpah secara materi, tetapi juga sebagai ketenangan batin, kesehatan, keselamatan, serta hubungan sosial yang harmonis. Dalam proses eksternalisasi, para pedagang mulai mengekspresikan nilai-nilai spiritual dalam aktivitas berdagang, seperti menjaga salat, membaca Al-Qur’an, dan niat berdagang sebagai ibadah. Tahap objektivasi terlihat dari nilai-nilai keberkahan yang mulai dilembagakan dalam kehidupan komunitas dan diakui secara kolektif. Sedangkan tahap internalisasi ditunjukkan dengan berubahnya pola pikir dan kebiasaan hidup para pedagang secara personal. Praktik keberkahan tersebut diwujudkan dalam empat aspek utama pertama, dalam segi keimanan, para pedagang mengalami peningkatan religiositas, seperti menjaga salat tepat waktu, membaca Al-Qur’an, dan mengawali dagangan dengan doa sebagai bentuk ibadah. Kedua, dalam segi rezeki, mereka merasakan adanya peningkatan omset penjualan serta kemudahan dalam mencukupi kebutuhan keluarga. Ketiga, dalam segi keselamatan dan kesehatan, para pedagang merasa lebih kuat secara fisik dan lebih tenang secara psikis, bahkan menyebutkan bahwa ajaran Gus Lik tentang pola hidup sehat ikut memengaruhi kesehatan mereka. Keempat, dalam segi solidaritas sosial, terbentuk hubungan antar pedagang yang saling tolong-menolong, berbagi lapak, bergotong-royong, hingga mengadakan sedekah bersama saat bulan Ramadhan atau momen penting lainnya.

Item Type: Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1))
Subjects: 16 STUDIES IN HUMAN SOCIETY (Studi Kemasyarakatan, incl : sosiologi) > 1608 Sociology > 160809 Sociology of Education
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Jurusan Sosiologi Agama
Depositing User: OPIN SUKESHI
Date Deposited: 17 Jun 2026 04:54
Last Modified: 17 Jun 2026 04:54
URI: https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/22438

Actions (login required)

View Item View Item