Firdaus, Firda Jannatul (2025) Interaksi Multireligius dalam Tradisi Baritan pada Masyarakat Desa Batuaji Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri. Undergraduate (S1) thesis, UIN Syekh Wasil Kediri.
|
Text
22101015_prabab.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
22101015_bab1.pdf Download (144kB) |
|
|
Text
22101015_bab2.pdf Download (134kB) |
|
|
Text
22101015_bab3.pdf Download (130kB) |
|
|
Text
22101015_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (174kB) |
|
|
Text
22101015_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (142kB) |
|
|
Text
22101015_bab6.pdf Download (87kB) |
|
|
Text
22101015_daftarpustaka.pdf Download (4MB) |
|
|
Text
22101015_pernyataanupload.pdf Download (384kB) |
Abstract
Kata Kunci: Tradisi Baritan, Interaksi Multireligius, Kearifan Lokal. Penelitian ini membahas interaksi multireligius dalam pelaksanaan tradisi Baritan pada masyarakat Desa Batuaji, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri. Tradisi Baritan merupakan ritual budaya Jawa yang dilaksanakan dengan tujuan sebagai ungkapan syukur, permohonan keselamatan, serta bentuk penghormatan terhadap leluhur. Dalam konteks Desa Batuaji yang terdiri dari pemeluk Islam, Kristen, Katolik, dan penganut kepercayaan, tradisi ini menjadi ruang sosial yang mempertemukan masyarakat lintas agama dan memperkuat harmoni sosial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan tradisi Baritan, menguraikan bentuk interaksi multireligius yang terjalin di dalamnya, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendorong terwujudnya interaksi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui proses reduksi, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Informan penelitian meliputi tokoh masyarakat, pemimpin ritual, tokoh agama, serta warga Muslim dan Kristen yang terlibat dalam kegiatan Baritan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Baritan dilaksanakan dengan rangkaian pembacaan kajat, tahlil, doa bersama, serta makan bersama menggunakan takir plontang yang dibawa oleh warga. Masyarakat lintas agama berpartisipasi secara aktif, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan acara. Bentuk interaksi multireligius terlihat melalui kerja sama dalam persiapan, saling menghormati dalam prosesi ritual, serta terbangunnya komunikasi dan suasana kebersamaan tanpa memandang perbedaan agama. Faktor yang mendorong terjadinya interaksi tersebut antara lain kuatnya nilai budaya lokal berupa gotong royong, inklusivitas tradisi Baritan yang tidak bertentangan dengan keyakinan agama tertentu, serta peran tokoh masyarakat dalam menjaga sikap toleransi. Tradisi Baritan terbukti menjadi sarana efektif untuk memperkuat kerukunan dan moderasi beragama berbasis kearifan lokal.
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES (Filosofi dan Studi Agama) > 2204 Religion and Religious Studies (Agama dan Studi Agama) > 220405 Religion and Society 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES (Filosofi dan Studi Agama) > 2204 Religion and Religious Studies (Agama dan Studi Agama) > 220406 Studies in Eastern Religious Traditions 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES (Filosofi dan Studi Agama) > 2204 Religion and Religious Studies (Agama dan Studi Agama) > 220407 Studies in Religious Traditions (excl. Eastern, Jewish, Christian and Islamic Traditions) |
| Depositing User: | FIRDA JANNATUL FIRDAUS |
| Date Deposited: | 12 Jun 2026 08:07 |
| Last Modified: | 12 Jun 2026 08:07 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/22436 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
