Permata, My Sun (2026) ANALISIS PENETAPAN HARGA JUAL MENGGUNAKAN METODE COST PLUS PRICING (Studi Pada UMKM Populer Tinalan Kota Kediri). Undergraduate (S1) thesis, UIN SYEKH WASIL KEDIRI.
|
Text
22404069_PRABAB.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
22404069_BAB1.pdf Download (277kB) |
|
|
Text
22404069_BAB2.pdf Download (162kB) |
|
|
Text
22404069_BAB3.pdf Download (125kB) |
|
|
Text
22404069_BAB4.pdf Restricted to Registered users only Download (319kB) |
|
|
Text
22404069_BAB5.pdf Restricted to Registered users only Download (110kB) |
|
|
Text
22404069_BAB6.pdf Download (13kB) |
|
|
Text
22404069_DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (143kB) |
|
|
Text
22404069_LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI.pdf Restricted to Repository staff only Download (177kB) |
Abstract
Harga jual merupakan sejumlah uang yang harus dibayarkan konsumen untuk memperoleh produk atau jasa. Penetapan harga jual berkaitan dengan harga pokok produksi karena harga jual ditentukan berdasarkan total biaya produksi ditambah laba yang diharapkan. Dengan demikian, perhitungan harga pokok produksi yang akurat menjadi dasar penting dalam menetapkan harga jual yang tepat agar usaha dapat menutup biaya dan memperoleh keuntungan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penetapan harga jual UMKM Populer dengan metode cost plus pricing. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan meliputi data primer berupa informasi biaya produksi yang diperoleh langsung dari perusahaan, serta data sekunder yang berasal dari buku, jurnal, internet, dan sumber lain yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penentuan harga jual menggunakan metode cost plus pricing menghasilkan nilai yang lebih tinggi dibandingkan metode perusahaan. Berdasarkan metode full costing, harga pokok produksi untuk 48.000 potong tahu takwa sebesar Rp52.926.516,665 atau Rp1.102,63576 per potong. Dengan demikian, harga jual menggunakan metode cost plus pricing per potong yaitu Rp1.323,16286 (di pasar) dan Rp2.205,271 (di rumah produksi). Sedangkan menurut metode perusahaan menghasilkan harga pokok produksi sebesar Rp48.000.000,- atau Rp1.000,- per potong dengan harga jual Rp1.200,- (di pasar) dan Rp2.000,- (di rumah produksi). Terdapat selisih perhitungan harga pokok produksi sebesar Rp4.926.516,665 atau Rp102,63576 per potong yang disebabkan perbedaan pembebanan biaya. Selisih harga jual juga terjadi sebesar Rp123,16286 di pasar dan Rp205,271 di rumah produksi karena metode perusahaan masih bersifat sederhana. Dari sisi laba bersih, metode full costing menghasilkan Rp11.197.949,455 per bulan atau Rp373,264,9818 per hari, sedangkan metode perusahaan sebesar Rp4.793.483,335 per bulan atau Rp159.782,7778 per hari. Terdapat selisih laba sebesar Rp6.404.466,12 per bulan atau Rp213.482,204 per hari.
Actions (login required)
![]() |
View Item |
