QUARTER-LIFE CRISIS PADA REMAJA DI UPT PERLINDUNGAN DAN PELAYANAN SOSIAL ASUHAN ANAK DINAS SOSIAL PROVINSI JAWA TIMUR

Nadzifah, Azzainatun (2026) QUARTER-LIFE CRISIS PADA REMAJA DI UPT PERLINDUNGAN DAN PELAYANAN SOSIAL ASUHAN ANAK DINAS SOSIAL PROVINSI JAWA TIMUR. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Syekh Wasil Kediri.

[img] Text
21104130_prabab.pdf

Download (1MB)
[img] Text
21104130_bab1.pdf

Download (188kB)
[img] Text
21104130_bab2.pdf

Download (172kB)
[img] Text
21104130_bab3.pdf

Download (165kB)
[img] Text
21104130_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (457kB)
[img] Text
21104130_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (218kB)
[img] Text
21104130_bab6.pdf

Download (95kB)
[img] Text
21104130_daftarpustaka.pdf

Download (121kB)

Abstract

Fenomena quarter-life crisis menjadi tantangan psikologis yang banyak dialami remaja menjelang masa transisi menuju dewasa awal, terutama mereka yang hidup tanpa dukungan keluarga. Kondisi ini terlihat pada remaja di Unit Pelaksana Teknis Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Anak (UPT PPSAA) Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. Mereka menunjukkan kebingungan dalam menentukan arah hidup, kecemasan terhadap masa depan, serta tekanan sosial untuk segera mandiri setelah keluar dari panti. Latar belakang tanpa figur orang tua dan pengalaman traumatis masa lalu menjadikan remaja lebih rentan terhadap perasaan tidak berdaya, putus asa, serta kehilangan makna hidup. Penelitian ini dilakukan untuk memahami secara mendalam pengalaman subjektif mengenai quarter-life crisis terdiri dari pemahaman quarter-life crisis para subjek, aspek-aspek, faktor-faktor, dampak dan strategi para subjek dalam menghadapi quarter-life crisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap lima subjek remaja berusia 18–20 tahun yang tinggal di UPT PPSAA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh subjek mengalami gejala quarter-life crisis yang ditandai oleh kebimbangan dalam pengambilan keputusan, penilaian negatif terhadap diri, kecemasan masa depan, tekanan emosional, serta kekhawatiran dalam relasi interpersonal. Faktor internal yang berpengaruh meliputi kebingungan identitas, rendahnya kepercayaan diri, kecemasan berlebih, dan trauma masa lalu; sedangkan faktor eksternal meliputi tekanan sosial, keterbatasan sistem panti, serta minimnya dukungan emosional. Keduanya saling berinteraksi dan memperkuat dinamika krisis yang dialami remaja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa quarter-life crisis pada remaja panti merupakan fase perkembangan yang wajar, namun memerlukan pendampingan psikososial yang berkelanjutan. Krisis ini tidak hanya mencerminkan ketidakstabilan emosi, tetapi juga menjadi proses pembentukan identitas dan kemandirian. Dukungan dari lingkungan yang suportif, kemampuan refleksi diri, serta penguatan spiritual terbukti membantu remaja beradaptasi dan menemukan makna positif dari pengalaman krisis. Dengan demikian, hasil penelitian ini menegaskan pentingnya peran lembaga asuhan dalam menyediakan ruang aman bagi remaja untuk tumbuh, belajar mengelola emosi, dan mempersiapkan diri menuju kedewasaan yang sehat dan bermakna.

Item Type: Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1))
Subjects: 17 PSYCHOLOGY AND COGNITIVE SCIENCES (Ilmu Psikologi dan Kognitif) > 1701 Psychology > 170113 Social and Community Psychology
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Jurusan Psikologi Islam
Depositing User: AZZAINATUN NADZIFAH
Date Deposited: 10 Jun 2026 04:37
Last Modified: 10 Jun 2026 04:37
URI: https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/22301

Actions (login required)

View Item View Item