Hakim, Muhammad Lutvil (2026) Tinjauan ulama mazhab terhadap kedudukan dan perlindungan saham sebagai mahar dalam perkawinan. Undergraduate (S1) thesis, UIN Syekh Wasil Kediri.
|
Text
931109819_prabab.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
931109819_bab1.pdf Download (687kB) |
|
|
Text
931109819_bab2.pdf Restricted to Registered users only Download (342kB) |
|
|
Text
931109819_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (257kB) |
|
|
Text
931109819_bab4.pdf Download (199kB) |
|
|
Text
931109819_daftarpustaka.pdf Download (191kB) |
|
|
Text
931109819_lampiran.pdf Download (158kB) |
|
|
Text
931109819_lembar pernyataan persetujuan publikasi.pdf Restricted to Repository staff only Download (578kB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan bentuk mahar dalam perkawinan yang semakin beragam seiring kemajuan zaman, salah satunya adalah penggunaan saham sebagai mahar. Saham sebagai instrumen keuangan modern memiliki nilai ekonomis dan potensi keuntungan di masa depan, namun juga mengandung risiko fluktuasi nilai yang menimbulkan persoalan hukum dalam perspektif Islam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan saham sebagai mahar dalam hukum Islam serta perlindungan hukum terhadap saham tersebut dalam perkawinan, serta menelaah pandangan para imam mazhab terkait hal tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual, komparatif, dan analitis. Data yang digunakan berupa data primer dari Al-Qur’an, hadis, serta kitab-kitab fiqh dari empat mazhab, dan data sekunder dari literatur hukum Islam, jurnal, serta peraturan perundang-undangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saham dapat dijadikan sebagai mahar dalam perkawinan menurut hukum Islam selama memenuhi syarat-syarat sah mahar, yaitu memiliki nilai, bersifat halal, jelas kepemilikannya, serta dapat diserahterimakan. Saham yang digunakan sebaiknya merupakan saham syariah agar terhindar dari unsur riba, gharar, dan maysir. Dari perspektif ulama mazhab, pada dasarnya semua mazhab memperbolehkan mahar dalam bentuk apa pun yang bernilai dan bermanfaat, sehingga saham dapat diterima sebagai mahar dengan syarat memenuhi prinsip-prinsip syariah. Dalam aspek perlindungan hukum, saham sebagai mahar merupakan hak penuh istri dan tidak dapat diambil kembali oleh suami. Namun, karena belum adanya pengaturan khusus dalam hukum positif Indonesia terkait saham sebagai mahar, perlindungan hukum masih mengacu pada ketentuan umum dalam Kompilasi Hukum Islam dan hukum perdata. Oleh karena itu, diperlukan bukti kepemilikan yang jelas serta peran notaris dalam pengalihan saham guna menjamin kepastian dan perlindungan hukum bagi pihak istri.
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES (Ilmu Hukum) > 1801 Law and Islamic Law > 180113 Family Law (incl. Islamic Family Law, Munakahat) 18 LAW AND LEGAL STUDIES (Ilmu Hukum) > 1801 Law and Islamic Law > 180128 Islamic Family Law > 18012802 Mahr (Dowry and Gifts) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Ahwal Al-Syakhsiyah - Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | MUHAMMAD LUTVIL HAKIM |
| Date Deposited: | 04 Jun 2026 03:45 |
| Last Modified: | 04 Jun 2026 03:45 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/22154 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
