ANALISIS URGENSI BIMBINGAN PERKAWINAN DALAM MEWUJUDKAN KELUARGA SAKINAH PERSPEKTIF MAQĀṢID SYARĪ‘AH ABDUL MAJID AL-NAJJAR (Studi Di Kantor Urusan Agama Pare Kediri)

Hasan, M. Alaika Rizqon (2026) ANALISIS URGENSI BIMBINGAN PERKAWINAN DALAM MEWUJUDKAN KELUARGA SAKINAH PERSPEKTIF MAQĀṢID SYARĪ‘AH ABDUL MAJID AL-NAJJAR (Studi Di Kantor Urusan Agama Pare Kediri). Masters (S2) thesis, IAIN Kediri.

[img] Text
23507026_prabab.pdf

Download (1MB)
[img] Text
23507026_bab1.pdf

Download (291kB)
[img] Text
23507026_bab2.pdf

Download (300kB)
[img] Text
23507026_bab3.pdf

Download (189kB)
[img] Text
23507026_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (270kB)
[img] Text
23507026_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (282kB)
[img] Text
23507026_bab6.pdf

Download (183kB)
[img] Text
23507026_daftarpustaka.pdf

Download (176kB)

Abstract

Fenomena meningkatnya kerentanan keluarga dan dinamika perceraian di Kecamatan Pare menunjukkan bahwa kesiapan calon pengantin masih menjadi persoalan mendasar dalam pembentukan keluarga harmonis. Bimbingan Perkawinan yang diselenggarakan KUA sering dipahami hanya sebagai syarat administratif menjelang akad sesungguhnya merupakan instrumen edukatif strategis yang berfungsi menyiapkan aspek psikologis, spiritual, sosial, serta pengetahuan calon pasangan sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Penelitian ini berfokus pada pelaksanaan dan urgensi Bimwin dalam mewujudkan keluarga harmonis serta mengkajinya melalui perspektif Maqāṣid Syarī‘ah Abdul Majid al-Najjār, yang memandang kemaslahatan keluarga sebagai bagian dari tujuan besar syariat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian hukum empiris. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan perundang-undangan dan maqāṣid syarī‘ah Abdul Majid al-Najjār sebagai pisau analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bimbingan Perkawinan di KUA Pare memiliki urgensi yang nyata dalam membentuk keluarga harmonis melalui penguatan aspek agama, psikologis, sosial, ekonomi, dan komunikasi. Program ini berfungsi sebagai sarana pembinaan moral, edukatif, serta preventif terhadap meningkatnya konflik dan perceraian. Analisis berdasarkan teori maqāṣid syarī‘ah Abdul Majid al-Najjār menegaskan bahwa Bimwin di Pare secara aplikatif merealisasikan empat tujuan maqāṣid: (1) menjaga nilai kehidupan manusia, tercermin dalam pembinaan agama, kesadaran ibadah, dan penghormatan martabat pasangan; (2) melindungi esensi kemanusiaan melalui materi pengelolaan emosi, komunikasi sehat, dan penguatan akal serta jiwa; (3) memelihara masyarakat melalui edukasi kesehatan reproduksi, perencanaan keluarga, dan penguatan keluarga sebagai pilar stabilitas sosial; serta (4) menjaga lingkungan fisik dan ekonomi melalui pembelajaran manajemen keuangan keluarga dan perilaku konsumtif yang bijak. Dengan demikian, Bimwin bukan sekadar prosedur administratif, tetapi merupakan instrumen strategis yang mencerminkan realisasi maqāṣid syarī‘ah secara komprehensif dalam pembentukan keluarga harmonis dan berkelanjutan di Pare.

Item Type: Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Masters (S2))
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES (Ilmu Hukum) > 1801 Law and Islamic Law > 180113 Family Law (incl. Islamic Family Law, Munakahat)
18 LAW AND LEGAL STUDIES (Ilmu Hukum) > 1801 Law and Islamic Law > 180128 Islamic Family Law > 18012801 Nikah (Marriage)
Divisions: Program Pascasarjana > Program Studi Magister Hukum Keluarga Islam
Depositing User: M. Alaika Rizqon Hasan
Date Deposited: 04 Aug 2026 04:05
Last Modified: 04 Aug 2026 04:05
URI: https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/21793

Actions (login required)

View Item View Item