Analisis Perceraian Akibat Perbedaan Pandangan Tentang Memiliki Anak Dalam Perspektif Maqāṣid Al-Syarī‘Ah Jasser Auda (Studi Putusan Nomor 3347/Pdt.G/2020/PA.Kab.Kdr)

Istiqomah, Anis Faridatul (2026) Analisis Perceraian Akibat Perbedaan Pandangan Tentang Memiliki Anak Dalam Perspektif Maqāṣid Al-Syarī‘Ah Jasser Auda (Studi Putusan Nomor 3347/Pdt.G/2020/PA.Kab.Kdr). Undergraduate (S1) thesis, UIN Syekh Wasil Kediri.

[img] Text
22301118_prabab.pdf

Download (754kB)
[img] Text
22301118_bab1.pdf

Download (330kB)
[img] Text
22301118_bab2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (261kB)
[img] Text
22301118_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (261kB)
[img] Text
22301118_bab4.pdf

Download (140kB)
[img] Text
22301118_daftar pustaka.pdf

Download (155kB)
[img] Text
22301118_lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)
[img] Text
22301118_pernyataan upload karya ilmiah.pdf

Download (100kB)

Abstract

Perceraian dalam peradilan agama umumnya didasarkan pada perselisihan yang berkelanjutan. Dalam masyarakat modern, perbedaan pandangan suami dan istri mengenai keinginan memiliki anak menjadi konflik prinsipil yang memicu ketidakharmonisan dan berujung pada perceraian, sebagaimana tercermin dalam Putusan Pengadilan Agama Kabupaten Kediri Nomor 3347/Pdt.G/2020/PA.Kab.Kdr. Permasalahan ini relevan dikaji karena berkaitan dengan tujuan perkawinan dalam Islam, khususnya perlindungan agama (ḥifẓ al-dīn), jiwa (ḥifẓ ḥifẓ al-nafs), dan keturunan (ḥifẓ al-nasl), serta prinsip kemaslahatan dan keadilan. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, kasus, dan konseptual. Bahan hukum primer berupa putusan pengadilan, sedangkan bahan hukum sekunder meliputi peraturan perundang-undangan, literatur hukum keluarga Islam, kajian Maqāṣid al-Syarī‘ah Jasser Auda, serta hasil wawancara dengan hakim sebagai bahan pendukung analisis. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan paradigma Maqāṣid al-Syarī‘ah berbasis pendekatan sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim tidak menjadikan perbedaan pandangan tentang memiliki anak sebagai dasar hukum langsung perceraian, melainkan sebagai faktor pemicu perselisihan dan pertengkaran yang berlangsung secara terus-menerus sehingga tujuan perkawinan tidak lagi dapat diwujudkan. Dalam perspektif Maqāṣid al-Syarī‘ah Jasser Auda, putusan tersebut mengandung kemaslahatan yang nyata, yaitu melindungi jiwa (ḥifẓ ḥifẓ al-nafs) dengan menghentikan penderitaan psikologis akibat konflik yang berkepanjangan, melindungi agama (ḥifẓ al-dīn) dengan menjaga kesucian tujuan perkawinan agar tidak berubah menjadi hubungan yang penuh pertikaian, serta melindungi keluarga dan keturunan (ḥifẓ al-nasl) dari kerusakan rumah tangga yang tidak sehat. Dengan menggunakan enam pendekatan sistem Jasser Auda, perceraian dalam perkara ini dipahami sebagai jalan terakhir untuk mencegah kemudaratan yang lebih besar dan mewujudkan kemaslahatan serta keadilan bagi para pihak.

Item Type: Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1))
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES (Ilmu Hukum) > 1801 Law and Islamic Law > 180128 Islamic Family Law > 18012801 Nikah (Marriage)
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Ahwal Al-Syakhsiyah - Hukum Keluarga Islam
Depositing User: ANIS FARIDATUL ISTIQOMAH
Date Deposited: 05 May 2026 06:48
Last Modified: 05 May 2026 06:48
URI: https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/21711

Actions (login required)

View Item View Item