TIKRA<R DALAM AL-QUR’AN (ANALISIS PENGULANGAN AYAT WA YAQU<LU<NA MATA< HA<Z|A AL-WA‘DU IN KUNTUM S{A<DIQI<N )

Albar, Ahmad Zaidan (2025) TIKRA<R DALAM AL-QUR’AN (ANALISIS PENGULANGAN AYAT WA YAQU<LU<NA MATA< HA<Z|A AL-WA‘DU IN KUNTUM S{A<DIQI<N ). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Kediri.

[img] Text
933806020_prabab.pdf

Download (2MB)
[img] Text
933806020_bab1.pdf

Download (407kB)
[img] Text
933806020_bab2.pdf

Download (617kB)
[img] Text
933806020_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (702kB)
[img] Text
933806020_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (560kB)
[img] Text
933806020_bab5.pdf

Download (279kB)
[img] Text
933806020_daftarpustaka.pdf

Download (247kB)
[img] Text
Surat pernyataan upload Skripsi _ Ahmad .pdf
Restricted to Repository staff only

Download (535kB)

Abstract

Pengulangan ayat menjadi fenomena yang tak terbantahkan dalam Al-Qura’n, banyak ayat yang mengalami tikrar, tikrar tersebut bukanlah tanpa arti, tetapi ia memiliki rahasia�rahasia yang tersembunyi. Salah satu pengulangan (tikra>r) dalam Al-Qur’an yang terdapat pada ayat wa yaqu>lu>na mata> ha>z}a al-wa‘du in kuntum s}a>diqin> yang diulang sebanyak 6 kali, yaitu di QS. Yu>nus [10]: 48, QS. al-Anbiya>’ [21]: 38, QS. an-Naml [27]: 71, QS. Saba’[34]:29, QS. Ya>sin [36]: 48, dan QS. al-Mulk [67]: 25. Hikmah adanya Pengulangan (tikra>r) ayat, kalimat, atau kisah dalam Al-Qur'an adalah untuk penegasan, peringatan, menunjukkan pentingnya suatu masalah, sekaligus memudahkan hafalan dan menampilkan keindahan gaya bahasa Al�Qur'an. Skripsi ini mengkaji secara analisis tentang pengulangann (tikra>r) dalam Al-Qur’an yang terdapat pada ayat tersebut yang mana di dalamnya memiliki arti yang sama namun berbeda dalam setiap penafsirannya. Dalam penelitian ini terdapat dua rumusan masalah, yaitu: 1) Bagaimana bentuk dan fungsi pengulangan redaksi ayat “wa yaqūlūna matā hāz|ā al-wa‘du in kuntum s{ādiqīn” dalam beberapa surah Al-Qur’an ? 2) Bagaimana makna dan pesan teologis yang ingin ditegaskan melalui pengulangan ayat tersebut dalam berbagai surah Al Qur’an ? Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang datanya bersumber dari pustaka (library research), yang di dalamnya mencakup data primer berupa Al-Qur’an dan beberapa kitab Tafsir, sedangkan sumber data sekunder berupa jurnal, skripsi, buku-buku yang berkaitan dengan pengulangan ayat, lafaz, maupun kisah dalam Al-Qur’an. Kemudian pembahasan di dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis dan pendekatan kebahasaan dengan perspektif Stilistika Al-Qur’an,karena untuk mengetahui pemilihan gaya bahasa dan susunan ayat wa yaqu>lu>na mata> ha>z}a al-wa‘du in kuntum s}a>diqi>n dalam berbagai surah Al-Qur’an.Berdasarkan hasil penelitian dari berbagai analisa yang dilakukan penulis, dapat diperoleh kesimpulan bahwa bentuk dan fungsi pengulangan redaksi wayaqu>lu>na mata> ha>z}a al-wa‘du in kuntum s}a>diqi>n di enam surah Al-Qur'an secara stilistika menunjukkan gaya retorika ejekan dan tantangan universal. Frasa ini bukan sekadar pertanyaan tentang waktu, melainkan bentuk istifham istihza'i (pertanyaan mengejek) yang dipadukan dengan tuntutan provokatif ("jika kamu orang yang benar"), secara konsisten menggambarkan keangkuhan dan ketidakpercayaan kaum kafir di berbagai zaman. Efeknya terhadap makna sangat kuat: ia menekankan kerasnya hati dan penolakan berulang mereka terhadap janji ilahi, sekaligus secara paradoks memperkuat kepastian janji Allah dengan menunjukkan bahwa waktu-Nya tidak terpengaruh oleh ejekan manusia, serta memberikan pelajaran dan penguatan psikologis bagi orang beriman yang akan menghadapi pola penolakan serupa. Kemudian makna dan pesan teologisnya dalam konteks (siyāq), ungkapan ini muncul sebagai bentuk pengingkaran terhadap peringatan para rasul dan sebagai tantangan terhadap kebenaran wahyu. Mereka tidak sekadar meragukan, tetapi secara aktif memperolok janji Allah tentang kebangkitan dan pembalasan. Al-Qur’an merespons sikap ini dengan mengulang redaksi tersebut secara konsisten, sebagai bentuk penegasan bahwa keraguan mereka bukan karena kurangnya bukti, melainkan karena kesombongan dan kebutaan hati.

Item Type: Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1))
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES (Filosofi dan Studi Agama) > 2204 Religion and Religious Studies (Agama dan Studi Agama) > 220403 Islamic Studies (Studi Islam) > 22040303 Al-Qur'an and Related Science (Al-Qur’an dan Ilmu yang Berkaitan) > 2204030305 Tafsir Al-Qur’an
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: AHMAD ZAIDAN ALBAR
Date Deposited: 22 Apr 2026 02:15
Last Modified: 22 Apr 2026 02:15
URI: https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/21351

Actions (login required)

View Item View Item