Masduki, M. Alwan (2026) Tinjauan Hukum Islam Terhadap Jual Beli Pesanan Donat dan Roti(Studi Kasus di Arjuno Bakery Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk). Undergraduate (S1) thesis, UIN SYEKH WASIL KEDIRI.
|
Text
22302062_prabab.pdf Download (980kB) |
|
|
Text
22302062_surat pernyataan upload.pdf Download (119kB) |
|
|
Text
22302062_bab1.pdf Download (299kB) |
|
|
Text
22302062_bab2.pdf Download (490kB) |
|
|
Text
22302062_bab3.pdf Download (273kB) |
|
|
Text
22302062_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (546kB) |
|
|
Text
22302062_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (298kB) |
|
|
Text
22302062_bab6.pdf Download (266kB) |
|
|
Text
22302062_daftar pustaka.pdf Download (241kB) |
|
|
Text
22302062_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Praktik jual beli pesanan dalam kegiatan usaha makanan semakin berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat, khususnya melalui mekanisme akad istishna’. Namun, dalam praktiknya, tidak jarang ditemukan permasalahan berupa ketidaksesuaian barang pesanan dengan kesepakatan awal akibat keterbatasan kapasitas produksi dan kondisi produksi mendesak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik jual beli pesanan donat dan roti di Arjuno Bakery Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk serta menganalisis tinjauan hukum Islam terhadap ketidaksesuaian isi boks pesanan yang terjadi akibat produksi mendesak. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris (sosiologis) dengan pendekatan sosiologi hukum. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan pemilik usaha, karyawan, serta konsumen Arjuno Bakery. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan pola pikir induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik jual beli pesanan donat dan roti di Arjuno Bakery dilakukan melalui sistem pemesanan langsung dan daring dengan kesepakatan mengenai jenis produk, jumlah, harga, dan waktu pengiriman. Transaksi tersebut pada dasarnya menggunakan akad istishna’. Namun, dalam kondisi tertentu terjadi ketidaksesuaian isi boks pesanan, khususnya tidak terpenuhinya komposisi produk sebagaimana disepakati, yang disebabkan oleh kapasitas produksi yang melebihi batas, keterbatasan tenaga kerja dan bahan baku, serta permintaan pengiriman mendesak. Ditinjau dari Hukum Positif, tindakan tersebut dikategorikan sebagai wanprestasi sesuai Pasal 1238 dan 1243 KUHPerdata, karena pelaku usaha melaksanakan prestasi tetapi tidak sebagaimana mestinya, sehingga pembeli secara sah berhak menuntut ganti rugi atau pembatalan. Ditinjau dari hukum Islam, ketidaksesuaian isi boks pesanan tersebut juga termasuk bentuk wanprestasi dan bertentangan dengan prinsip keadilan, kejelasan objek akad, serta asas kerelaan (an-taradhin) dalam muamalah. Oleh karena itu, pembeli memiliki hak khiyar untuk menuntut penggantian, kompensasi, atau pembatalan transaksi. Praktik tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip akad istishna’ dalam hukum Islam, khususnya terkait pemenuhan spesifikasi barang dan tanggung jawab produsen terhadap kesepakatan awal.
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES (Ilmu Hukum) > 1801 Law and Islamic Law > 180105 Commercial and Contract Law (Hukum Dagang) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | M. ALWAN MASDUKI |
| Date Deposited: | 05 May 2026 07:45 |
| Last Modified: | 05 May 2026 07:45 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/21243 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
