Sari,, Dewi Dita (2025) CERAI TALAK DALAM PERSPEKTIF TAFSIR AL-MIṢHBĀH KARYA M. QURAISH SHIHAB. Undergraduate (S1) thesis, Institut Agama Islam Negeri Kediri.
|
Text
21102066_prabab.pdf Download (907kB) |
|
|
Text
21102066_bab1.pdf Download (371kB) |
|
|
Text
21102066_bab2.pdf Download (284kB) |
|
|
Text
21102066_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (592kB) |
|
|
Text
21102066_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (248kB) |
|
|
Text
21102066_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (151kB) |
|
|
Text
21102066_daftar_pustaka.pdf Download (241kB) |
|
|
Text
Surat Pernyataan Dewi Dita.pdf Restricted to Repository staff only Download (534kB) |
Abstract
Sari Dita, Dewi, 2025. Cerai Talak Perspektif Tafsir AL-MIṢHBĀH Karya M. Quraish Shihab, Skripsi, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, IAIN Kediri. Pembimbing (1) Dr. Mohamad Zaenal Arifin MH.I dan (2) Dr. Ibnu Hajar Ansori M.Th.I Kata Kunci: Cerai Talak, Tafsir al-Miṣhbāh, Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana tafsir al-Miṣhbāh menjelaskan hukum dan tata cara cerai talak sesuai dengan ajaran Islam, khususnya berdasarkan ayat-ayat al-Qur’an yang mengatur perceraian. Dalam tafsir ini M. Quraish Shihab menekankan pentingnya menjatuhkan talak pada waktu istri dalam keadaan suci dan memperhatikan masa iddah sebagai bentuk penghormatan dan perlindungan terhadap hak-hak istri. Selain itu, tafsir ini juga menggarisbawahi bahwa talak hanya boleh dilakukan sebanyak dua kali dengan kesempatan rujuk di antaranya, dan talak ketiga harus dilakukan dengan cara yang baik tanpa kemungkinan rujuk kembali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka (library research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif, yang mengkaji tafsir al-Miṣhbāh secara mendalam dan mengaitkannya dengan konteks sosial masyarakat. Penelitian ini juga menelaah makna istilah talak dan iddah menurut Quraish Shihab, serta membahas solusi yang diberikan al-Qur’an untuk menghindari kemudharatan akibat perceraian. al-Miṣhbāh menunjukkan bahwa perceraian harus dilakukan dengan ma’ruf dan ihsan, yakni dengan cara yang baik dan terpuji, serta menghindari pengambilan kembali mahar yang telah diberikan kepada istri. Hal ini bertujuan untuk menjaga keadilan dan hak-hak perempuan setelah perceraian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir M. Quraish Shihab memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai cerai talak dalam Islam, yang tidak hanya sebagai solusi terakhir dalam rumah tangga, tetapi juga sebagai proses yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan etika. Penafsiran ini mengajak masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih pasangan dan mengedepankan sikap saling menghormati dalam menghadapi perceraian. Dengan demikian, tafsir al-Miṣhbāh karya M. Quraish Shihab dapat menjadi rujukan penting dalam memahami dan mengimplementasikan hukum cerai talak secara adil dan manusiawi dalam kehidupan bermasyarakat.
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES (Ilmu Hukum) > 1801 Law and Islamic Law > 180114 Human Rights Law (Hukum Hak Asasi Manusia) |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | DEWI DITA SARI |
| Date Deposited: | 07 Apr 2026 03:22 |
| Last Modified: | 07 Apr 2026 03:22 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/21068 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
