Haikal, Anas ishomuddin fikri (2026) Dinamika Tradisi Keagamaan Di Era Digital ( Studi Terhadap Nyadran Di Desa Sarirejo,,Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Kediri.
|
Text
933708118_prabab.pdf Download (566kB) |
|
|
Text
933708118_bab1.pdf Download (273kB) |
|
|
Text
933708118_bab2.pdf Download (253kB) |
|
|
Text
933708118_bab3.pdf Download (315kB) |
|
|
Text
933708118_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (269kB) |
|
|
Text
933708118_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (216kB) |
|
|
Text
933708118_bab6.pdf Download (112kB) |
|
|
Text
933708118_daftarpustaka.pdf Download (167kB) |
|
|
Text
933708118_LEMBAR PERNYATAAN PUBLIKASI.pdf Download (150kB) |
Abstract
Tradisi keagamaan merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Jawa, salah satunya adalah tradisi Nyadran yang sarat makna spiritual dan sosial. Nyadran bukan sekadar ziarah ke makam leluhur, melainkan juga wadah untuk memperkuat silaturahmi dan menjaga warisan budaya. Namun, di tengah derasnya arus digitalisasi dan modernisasi, keberlanjutan tradisi ini menghadapi tantangan yang nyata. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika pelaksanaan tradisi Nyadran di Desa Sarirejo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro dalam konteks era digital, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya dan upaya pelestarian yang dilakukan masyarakat.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta pemerintah desa.Tradisi Nyadran di Desa Sarirejo masih dilaksanakan secara rutin, meskipun terdapat penyesuaian dalam bentuk dan teknis pelaksanaannya akibat pengaruh digitalisasi. Generasi muda cenderung mengalami penurunan partisipasi karena pergeseran nilai, gaya hidup modern, dan kecanduan digital. Namun demikian, nilai spiritual, sosial, dan budaya dalam Nyadran tetap dijaga oleh masyarakat sebagai wujud penghormatan kepada leluhur dan bentuk pelestarian kearifan lokal. Meskipun era digital membawa tantangan signifikan terhadap pelestarian tradisi, nilai-nilai luhur dari Nyadran tetap relevan dan bisa dijaga melalui integrasi dengan media digital, inovasi kegiatan, dan kolaborasi lintas generasi. Tradisi ini bukan sekadar ritual, melainkan representasi identitas budaya dan religius masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Subjects: | 16 STUDIES IN HUMAN SOCIETY (Studi Kemasyarakatan, incl : sosiologi) > 1608 Sociology > 160806 Social Theory |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Jurusan Sosiologi Agama |
| Depositing User: | ANAS ISHOMUDDIN FIKRI HAIKAL |
| Date Deposited: | 20 Apr 2026 06:48 |
| Last Modified: | 20 Apr 2026 06:48 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/21013 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
