Alfiyani, Halimatun (2026) Perkawinan Sirri Di Bawah Umur Prespektif Sosiologi Hukum (Studi Kasus Desa Durikedungjero Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan). Undergraduate (S1) thesis, UIN Syekh Wasil Kediri.
|
Text
22301109_prabab.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
22301109_bab1.pdf Download (459kB) |
|
|
Text
22301109_bab2.pdf Download (637kB) |
|
|
Text
22301109_bab3.pdf Download (180kB) |
|
|
Text
22301109_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (454kB) |
|
|
Text
22301109_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (478kB) |
|
|
Text
22301109_bab6.pdf Download (179kB) |
|
|
Text
22301109_daftarpustaka.pdf Download (298kB) |
|
|
Text
Pernyataan_Upload.pdf Download (206kB) |
Abstract
Perkawinan sirri di bawah umur masih menjadi fenomena sosial yang ditemukan di berbagai daerah, meskipun peraturan perundang-undangan telah secara tegas mengatur batas minimal usia perkawinan serta kewajiban pencatatan perkawinan. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menetapkan batas usia minimal 19 tahun bagi laki-laki dan perempuan. Namun, dalam praktiknya, sebagian masyarakat masih melangsungkan perkawinan secara sirri tanpa pencatatan resmi dan melibatkan pihak yang belum mencapai usia yang ditentukan. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara hukum normatif (law in books) dan hukum yang hidup dalam masyarakat (living law). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik perkawinan sirri di bawah umur dalam perspektif sosiologi hukum serta mengukur tingkat kesadaran hukum masyarakat terhadap ketentuan batas usia nikah dan pencatatan perkawinan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sosiologi hukum. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pelaku perkawinan sirri, masyarakat, serta tokoh agama di Desa Durikedungjero, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif-analitis untuk memahami hubungan antara norma hukum dan realitas sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik perkawinan sirri di bawah umur dipengaruhi oleh faktor ekonomi, rendahnya tingkat pendidikan, kurangnya pemahaman terhadap ketentuan hukum, serta kuatnya pengaruh norma agama dan budaya setempat. Masyarakat cenderung memaknai keabsahan perkawinan dari sudut pandang agama tanpa mempertimbangkan aspek legal formal negara. Tingkat kesadaran hukum masyarakat masih tergolong rendah, yang tercermin dari aspek pengetahuan, pemahaman, sikap, dan perilaku hukum terhadap peraturan yang berlaku. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa rendahnya kesadaran hukum masyarakat menjadi faktor dominan yang memengaruhi masih berlangsungnya praktik perkawinan sirri di bawah umur. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kesadaran hukum melalui sosialisasi yang berkelanjutan, penguatan peran pemerintah desa, serta sinergi dengan tokoh agama dan masyarakat guna mewujudkan kepatuhan terhadap hukum dan ketertiban sosial. Kata kunci: perkawinan sirri, anak di bawah umur, sosiologi hukum.
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES (Ilmu Hukum) > 1801 Law and Islamic Law > 180128 Islamic Family Law > 18012801 Nikah (Marriage) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Ahwal Al-Syakhsiyah - Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | HALIMATUN ALFIYANI |
| Date Deposited: | 10 Mar 2026 08:03 |
| Last Modified: | 10 Mar 2026 08:03 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/20991 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
