Rahmawati, Adinda Sonia Fitri (2026) Reinterpretasi tradisi perkawinan pada masyarakat Desa Sonorejo. Undergraduate (S1) thesis, UIN Syekh Wasil Kediri.
|
Text
21105054_Pra Bab.pdf Download (4MB) |
|
|
Text
Publikasi adinda.pdf Restricted to Repository staff only Download (456kB) |
|
|
Text
21105054_BAB 1.pdf Download (534kB) |
|
|
Text
21105054_BAB II.pdf Download (413kB) |
|
|
Text
21105054_BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (414kB) |
|
|
Text
21105054_BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (550kB) |
|
|
Text
21105054_BAB V.pdf Download (363kB) |
|
|
Text
21105054_DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (327kB) |
Abstract
Pantangan menikah, seperti larangan menikah pada bulan Suro, rumah berhadap-hadapan, Jilu, seberang kali, ngalor ngulon, geyeng, weton tidak pas, menjadi bagian dari nilai budaya yang diyakini dapat membawa kesialan jika dilanggar. Fenomena ini terjadi di Desa Sonorejo Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri. Yang merupakan sebagian masyarakat Desa Sonorejo memilih untuk melanggar pantangan menikah budaya Jawa yang sudah lama diwariskan secara turun temurun. Namun, dalam konteks perubahan sosial dan perkembangan pemikiran generasi muda, terjadi pergeseran makna terhadap tradisi budaya tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui budaya pantangan pernikahan Jawa dan untuk mengetahui pasangan muda yang melanggar pantangan menikah Jawa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi. Kemudian dilanjut dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini ada 6 (enam), yaitu pasangan muda yang melanggar pantangan budaya menikah Jawa. Penelitian ini akan dianalisis menggunakan teori Tindakan Sosial Max Weber. Hasil dari penelitian ini adalah beberapa pasangan muda yang menikah meskipun melanggar pantangan menikah Jawa, ditemukan dua kecenderungan utama dalam cara mereka memaknai keputusan tersebut, yakni Tindakan sosial rasional instrumental dan tindakan Afektif menurut kategori tindakan sosial Max Weber. Tindakan rasional instrumental ini terlihat ketika pasangan muda yang memutuskan untuk menikah setelah mempertimbangkan faktor objektif dan logis. Beberapa pertimbangan yang dilakukan oleh informan, yaitu 1.) Mereka menganggap bahwa pantangan menikah tersebut tidak memiliki logis yang kuat, 2.) Beberapa keluarga dari pasangan muda yang melanggar pantangan menikah ini awalnya ragu dengan keputusan anaknya, tetapi mereka mulai terbuka dengan secara rasional, dan setelah dijelaskan bahwa anak mereka sudah siap secara finansial, emosional akhirnya para keluarga terutama orang tua menyetujui pilihan anaknya. Tindakan Afektif ini muncul dari dorongan emosional, khususnya cinta, kenyamanan, dan keinginan untuk bersama. Dan memiliki ketakutan ketika mereka akan menunda karena pantangan. Emosional ini terjadi karena pasangan lebih takut jika hubungan mereka rusak karena tekanan waktu daripada percaya pada konsekuensi mistis dari pantangan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Subjects: | 16 STUDIES IN HUMAN SOCIETY (Studi Kemasyarakatan, incl : sosiologi) > 1608 Sociology > 160805 Social Change |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Jurusan Sosiologi Agama |
| Depositing User: | ADINDA SONIA FITRI RAHMAWATI |
| Date Deposited: | 23 Apr 2026 07:39 |
| Last Modified: | 23 Apr 2026 07:39 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/20972 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
