Yusuf, Muhammad (2026) Implikasi Talak Di Luar Pengadilan Terhadap Hak Istri Dan Anak Perspektif Hukum Positif Dan Mazhab Syafi'i (Studi Kasus Desa Kenep Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk). Undergraduate (S1) thesis, UIN Syekh Wasil Kediri.
|
Text
22301058_prabab.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
22301058_bab1.pdf Download (234kB) |
|
|
Text
22301058_bab2.pdf Download (467kB) |
|
|
Text
22301058_bab3.pdf Download (213kB) |
|
|
Text
22301058_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (217kB) |
|
|
Text
22301058_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (304kB) |
|
|
Text
22301058_bab6.pdf Download (106kB) |
|
|
Text
22301058_daftarpustaka.pdf Download (187kB) |
Abstract
Terdapat kasus praktik talak di luar pengadilan yang dilakukan oleh suami kepada istrinya tanpa melalui proses permohonan di Pengadilan Agama yang disebabkan oleh ajaran hukum Islam dari tokoh agama di masyarakat tersebut. Penelitian ini bermaksud untuk menganalisis implikasi talak di luar pengadilan terhadap hak istri dan anak dari perspektif aturan hukum Positif yakni peraturan perundang-undangan di Indonesia dan hukum Islam khususnya mazhab Syafi’i. Metode penelitian yang digunakan adalah hukum empiris dengan pendekatan sosiologi hukum karena berhubungan langsung dengan fenomena sosial yang terjadi di masyarakat. Hal tersebut dapat dijadikan bahan jawaban untuk rumusan masalah dari penelitian ini. Data diperoleh dengan melalui analisis deskriptif berdasarkan sumber hukum primer seperti wawancara, observasi, maupun laporan dalam bentuk dokumen tidak resmi yang kemudian diolah oleh peneliti dan sumber hukum sekunder seperti kepustakaan dan literatur yang berkaitan dengan isu yang akan di teliti. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa (1) implikasi talak di luar pengadilan menyebabkan hilangnya kepastian hukum dan berpotensi mengabaikan hak-hak istri dan anak seperti hilangnya hak nafkah, hilangnya hak administrasi perdata anak dan menimbulkan ketidakjelasan status rumah tangga. Disisi lain (2) implikasi talak di luar pengadilan berdasarkan perspektif Hukum Positif dan Mazhab Syafi’i bahwa talak di luar pengadilan tidak dapat di sahkan sebelum dilakukan di hadapan persidangan sehingga tidak otomatis menimbulkan hak istri dan anak sebab tidak ada tuntutan dari majelis hakim, sedangkan menurut Mazhab Syafi’i talak di luar pengadilan dapat disahkan apabila memenuhi syarat dan rukun dari talak, dan pada saat itu juga suami harus memberikan hak-hak kepada istri dan anak seperti nafkah iddah, mut’ah dan hak pengasuhan anak, namun hak tersebut seringkali terabaikan karena tidak ada tuntutan dari pihak manapun.
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES (Ilmu Hukum) > 1801 Law and Islamic Law > 180113 Family Law (incl. Islamic Family Law, Munakahat) 18 LAW AND LEGAL STUDIES (Ilmu Hukum) > 1801 Law and Islamic Law > 180128 Islamic Family Law > 18012807 Talaq, Khulu'(Divorce) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Ahwal Al-Syakhsiyah - Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Muhammad Yusuf |
| Date Deposited: | 26 Feb 2026 03:10 |
| Last Modified: | 26 Feb 2026 03:10 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/20926 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
