muhammad shofik abdulloh, shofik (2026) STUDI KOMPARATIF RITUAL KEMATIAN DALAM AGAMA HINDU DAN ISLAM DI DESA BAJULAN KECAMATAN LOCERET KABUPATEN NGANJUK. Undergraduate (S1) thesis, UIN SYEKH WASIL KEDIRI.
|
Text
PRABAB.pdf Download (804kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (300kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (386kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (286kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (515kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (314kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB VI.pdf Download (150kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (150kB) |
|
|
Text
Pernyataan_Upload_muhammad_shofik_abdulloh_(_933104219_)[1].pdf Restricted to Repository staff only Download (306kB) | Request a copy |
Abstract
MUHAMMAD SHOFIK ABDULLOH. Dosen Pembimbing (1) Prof. Dr. Hj. Robingatun, M.Pd.I dan (2) Abdul Mujib M.A Studi Komparatif Ritual Kematian Dalam Agama Hindu Dan Islam Di Desa Bajulan Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk, Skripsi, Program Studi Agama-agama, Fakultas Usuluddin dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Syekh Wasil Kediri, 2025. Kata Kunci :komparatif, Ritual kematian Hindu dan Islam Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keunikan koeksistensi umat Hindu dan Islam di Desa Bajulan, Nganjuk, yang memiliki perbedaan teologis dan tata cara dalam merespons kematian namun tetap hidup rukun. Penelitian ini bertujuan untuk: 1 mengetahui pelaksanaan dan makna filosofis ritual kematian Hindu, 2 mengetahui pelaksanaan dan makna filosofis ritual kematian Islam, dan 3 menganalisis perbandingan pelaksanaan dan Makna filosofi ritual kematian di desa bajulan Kecamatan loceret Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan lapangan field research. Sumber data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tokoh agama Hindu, tokoh agama Islam, serta warga masyarakat Desa Bajulan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini mengungkap temuan signifikan mengenai perbedaan strategi adaptasi ritual. Pada komunitas Hindu, ditemukan praktik kearifan lokal Entas-entas yang dijalankan secara simbolis menggunakan media boneka tanpa pembongkaran makam dan bersifat kolektif untuk menyiasati beban ekonomi. Sebaliknya, pada komunitas Islam, ritual bertumpu pada konsep Fardhu Kifayah yang terbukti efektif membangkitkan solidaritas gotong royong secara spontan, serta tradisi Tahlilan yang berperan vital dalam memberikan dukungan emosional bagi keluarga duka. Analisis komparatif menegaskan bahwa jika ritual Hindu berorientasi pada efisiensi ekonomi melalui simbolisasi, maka ritual Islam lebih berorientasi pada penguatan ikatan sosial-teologis melalui kewajiban kolektif. Namun, di balik perbedaan tersebut, kedua ritual ini bermuara pada fungsi yang sama, yakni sebagai perekat kohesi sosial masyarakat Desa Bajulan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES (Filosofi dan Studi Agama) > 2204 Religion and Religious Studies (Agama dan Studi Agama) > 220402 Comparative Religious Studies 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES (Filosofi dan Studi Agama) > 2204 Religion and Religious Studies (Agama dan Studi Agama) > 220403 Islamic Studies (Studi Islam) > 22040301 Aqaid and Kalam (Aqaid dan Ilmu Kalam) > 2204030109 Islam about Religion or other sects (Islam tentang Agama atau aliran lain) |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Jurusan Studi Agama-agama |
| Depositing User: | MUHAMMAD SHOFIK ABDULLOH |
| Date Deposited: | 30 Apr 2026 03:04 |
| Last Modified: | 30 Apr 2026 03:04 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/20836 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
