Ikhsan, Muhammad Fatikhul (2026) TINJAUAN HUKUM ISLAM DAN UNDANG-UNDANG NO.8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP PRAKTIK JUAL BELI PARFUM DI TEMPAT WISATA RELIGI (Studi Kasus di Wisata Religi Makam Sunan Bonang, Kabupaten Tuban). Undergraduate (S1) thesis, UIN Syekh Wasil Kediri.
|
Text
22302024_prabab.pdf Download (851kB) |
|
|
Text
22302024_bab1.pdf Download (302kB) |
|
|
Text
22302024_bab2.pdf Download (401kB) |
|
|
Text
22302024_bab3.pdf Download (237kB) |
|
|
Text
22302024_bab4.pdf Download (375kB) |
|
|
Text
22302024_bab5.pdf Download (337kB) |
|
|
Text
22302024_bab6.pdf Download (183kB) |
|
|
Text
22302024_daftarpustaka.pdf Download (193kB) |
|
|
Text
22302024_lampiran.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Pernyataan Upload Etheses.pdf Restricted to Repository staff only Download (228kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik jual beli parfum yang dilakukan para pedagang di wisata religi Makam Sunan Bonang, Kabupaten Tuban, serta menilai praktik tersebut berdasarkan perspektif Hukum Islam dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Latar belakang penelitian ini berangkat dari temuan di lapangan terkait penjualan parfum racikan tanpa label, ketidakjelasan harga, hingga adanya indikasi pemaksaan dan penolakan pengembalian barang kepada konsumen. Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pendekatan yang digunakan mencakup pendekatan ekonomi terhadap hukum (economic approach to law) serta pendekatan perundang-undangan (statute approach) dengan merujuk pada Hukum Islam dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Proses analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi masalah di lapangan, seperti ketidakjelasan harga dan unsur pemaksaan, yang kemudian diperiksa keabsahannya untuk menarik kesimpulan penelitian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa proses jual beli dilakukan dengan cara penjual mendatangi peziarah dan memberikan kesempatan untuk mencoba parfum yang dijual sambil menyampaikan bahwa pembayarannya dilakukan seikhlasnya. Akan tetapi, pada pratiknya penjual sering menolak nominal yang diberikan oleh pembeli dan justru menentukan harga secara sepihak. Informasi produk juga tidak disampaikan secara lengkap, karena parfum yang dijual tidak memiliki keterangan label standar. Selain itu, penjual kerap menolak pengembalian barang setelah parfum dicoba. Dengan demikian, praktik jual beli parfum di lokasi penelitian tidak sesuai dengan Hukum Islam karena tidak terpenuhinya syarat sah jual beli dalam hal kerelaan (antaradhin), kejelasan harga (ma'lum), transaksi yang mengandung paksaan dan ketidakjujuran, serta mengandung unsur ketidakjelasan (gharar). Sedangkan menurut UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen terdapat beberapa pasal yang dilanggar, yaitu pertama, Hak-hak konsumen pada pasal 4, Kedua, Kewajiban pelaku usaha didalam pasal 7, Ketiga, Perbuatan yang dilarang bagi pelaku usaha pasal 8 Ayat (1). Maka penjualan parfum di lokasi ini bertentangan dengan UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES (Ilmu Hukum) > 1801 Law and Islamic Law > 180126 Tort Law (Hukum Perdata) 18 LAW AND LEGAL STUDIES (Ilmu Hukum) > 1801 Law and Islamic Law > 180127 Mu'amalah (Islamic Commercial Law, Islamic Contract Law) > 18012701 Bai’, Tijarah (Trading) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | MUHAMMAD FATIKHUL IKHSAN |
| Date Deposited: | 19 Jan 2026 04:33 |
| Last Modified: | 19 Jan 2026 04:33 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/20502 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
