Tinjauan Hukum Islam Terhadap Pembatalan Sepihak Dalam Perjanjian Kerja Tebang Tebu (Studi Kasus Di Desa Cendono Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri).

Ardianti, Nur Risma Setya (2026) Tinjauan Hukum Islam Terhadap Pembatalan Sepihak Dalam Perjanjian Kerja Tebang Tebu (Studi Kasus Di Desa Cendono Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri). Undergraduate (S1) thesis, UIN Syekh Wasil Kediri.

[img] Text
22302043_prabab.pdf

Download (1MB)
[img] Text
22302043_bab1.pdf

Download (553kB)
[img] Text
22302043_bab2.pdf

Download (700kB)
[img] Text
22302043_bab3.pdf

Download (397kB)
[img] Text
22302043_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (488kB)
[img] Text
22302043_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (654kB)
[img] Text
22302043_bab6.pdf

Download (388kB)
[img] Text
22302043_daftarpustaka.pdf

Download (1MB)
[img] Text
22302043_lembar pernyataan persetujuan publikasi.pdf

Download (167kB)

Abstract

NUR RISMA SETYA ARDIANTI. Dosen Pembimbing: Amrul Mutaqin, MEI dan Hutrin Kamil M.H. Tinjauan Hukum Islam Terhadap Pembatalan Sepihak Dalam Perjanjian Kerja Tebang Tebu (Studi Kasus Di Desa Cendono Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri). Skripsi, Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, UIN Syekh Wasil Kediri, 2025. Kata Kunci: Perjanjian Kerja Lisan, Pembatalan Sepihak, Ijarah, Hukum Islam. Praktik kerja tebang tebu di Desa Cendono merupakan bentuk hubungan kerja tradisional yang dijalankan berdasarkan kesepakatan lisan antara pemilik gilingan, ketua kelompok, dan para penebang tebu disertai pemberian panjar sebagai komitmen awal. Namun dalam praktiknya, sering terjadi pembatalan sepihak oleh penebang setelah menerima panjar yang mengakibatkan terganggunya proses produksi, keterlambatan jadwal tebang, penurunan kualitas bahan baku, dan kerugian operasional bagi pemilik gilingan. Kondisi ini menunjukkan lemahnya kepastian hukum dalam hubungan kerja yang hanya bertumpu pada tradisi lisan dan kepercayaan. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terkait praktik kerja tebang tebu, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk menggambarkan kondisi lapangan secara nyata serta menilainya berdasarkan prinsip-prinsip akad ijarah dalam Hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjanjian kerja yang berlangsung di Desa Cendono dilakukan dengan lisan dan perjanjian ini dilakukan dalam dua tahapan, yaitu: (1) perjanjian antara pemilik gilingan dan ketua kelompok mengenai jumlah lahan, target waktu, dan panjar; serta (2) perjanjian antara ketua kelompok dan penebang terkait pembagian tugas, upah, dan jadwal kerja. Perjanjian tersebut pada dasarnya telah memenuhi rukun dan syarat akad ijarah, tetapi ketidak adanya perjanjian tertulis menyebabkan akad mudah dilanggar. Pembatalan sepihak terjadi karena faktor ekonomi, tawaran upah lebih tinggi di tempat lain, beban kerja berat, ketidaksiapan pekerja, serta alasan keluarga. Dalam perspektif Hukum Islam, pembatalan sepihak merupakan pelanggaran akad karena hubungan kerja tersebut bersifat mengikat dn tidak boleh ditiggalkan tanpa alasan yang dibenarkan, serta bertentangan dengan prinsip amanah, keadilan, dan kewajiban menepati janji. Oleh karena itu,diperlukan peningkatan pemahaman hak dan kewajiban para pihak serta pencatatan sederhana untuk memberikan kepastian hukum dan mencegah kerugian salah satu pihak.

Item Type: Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1))
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES (Ilmu Hukum) > 1801 Law and Islamic Law > 180127 Mu'amalah (Islamic Commercial Law, Islamic Contract Law) > 18012709 Ijarah, Ju’alah, ‘Iwadl (Kontrak Kerja, Sewa-menyewa, Upah)
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: NUR RISMA SETYA ARDIANTI
Date Deposited: 14 Jan 2026 07:18
Last Modified: 14 Jan 2026 07:18
URI: https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/20410

Actions (login required)

View Item View Item