Rahma, Laily Mayda (2025) Perspektif undang-undang perkawinan dan fikih munakahat terhadap pernikahan dini akibat kelalaian orang tua di era digital:studi kasus di Desa Pakel Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Syekh Wasil Kediri.
|
Text
931105219_prabab.pdf Download (402kB) |
|
|
Text
931105219_bab1 Download (179kB) |
|
|
Text
931105219_bab2 Download (239kB) |
|
|
Text
931105219_bab3 Download (138kB) |
|
|
Text
931105219_bab4 Restricted to Registered users only Download (265kB) |
|
|
Text
931105219_bab5 Restricted to Registered users only Download (176kB) |
|
|
Text
931105219_bab6 Download (125kB) |
|
|
Text
931105219_daftar_pustaka Download (128kB) |
|
|
Text
931105219_surat_pernyataan_persetujuan_publikasi.pdf Download (165kB) |
|
|
Text
931105219_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (614kB) |
Abstract
Pernikahan dini pasca pandemi COVID-19 terus mengalami peningkatan di Kabupaten Jombang, dengan Desa Pakel menempati peringkat kedua tertinggi di Kecamatan Bareng. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspektif Undang-Undang Perkawinan dan Fikih Munakahat terhadap fenomena tersebut yang dipicu oleh kelalaian orang tua di era digital. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan studi kasus. Data primer, data sekunder dan sumber data tersier. Setelah data diperoleh kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama penyebab pernikahan dini adalah kelalaian pengawasan orang tua yang bermanifestasi sebagai kelalaian digital. Mayoritas orang tua mengalami gagap teknologi (gaptek), sehingga tidak mampu mengawasi interaksi anak di media sosial yang menjadi ruang utama perkenalan dengan lawan jenis. Kondisi ini diperparah oleh kesibukan orang tua bekerja dan pola asuh yang tidak efektif seperti Indulgent Parenting (pembiaran) dan Neglect Parenting (pengabaian), serta Authoritarian Parenting (pemaksaan). Ditinjau dari hukum positif, pernikahan ini melanggar UU No. 16 Tahun 2019 yang menetapkan batas usia minimal 19 tahun, di mana masyarakat cenderung memandang undang-undang hanya sebagai formalitas administrasi dispensasi kawin semata. Sementara dalam perspektif Fikih Munakahat, meskipun pernikahan dianggap sah secara syarat (telah baligh), namun tidak memenuhi hakikat tujuan pernikahan (maqashid al-nikah) karena didasari oleh keterpaksaan (seperti kehamilan pranikah atau perjodohan) serta ketidaksiapan mental dan psikis Kata Kunci: Pernikahan Dini, Kelalaian Orang Tua, Era Digital, Undang-Undang Perkawinan, Fikih Munakahat
| Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1)) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES (Ilmu Hukum) > 1801 Law and Islamic Law > 180113 Family Law (incl. Islamic Family Law, Munakahat) 18 LAW AND LEGAL STUDIES (Ilmu Hukum) > 1801 Law and Islamic Law > 180128 Islamic Family Law > 18012801 Nikah (Marriage) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Ahwal Al-Syakhsiyah - Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | LAILY MAYDA RAHMA |
| Date Deposited: | 14 Jan 2026 06:28 |
| Last Modified: | 14 Jan 2026 06:28 |
| URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/20378 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
