Ni'mah, Ro'ichatun (2026) Analisis Tanggung Jawab Generasi Sandwich Terhadap Perintah Birr Al Walidayn Perspektif Al-Qur'an. Masters (S2) thesis, UIN Syekh Wasil Kediri.
|
Text
22502016_prabab.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
22502016_bab1.pdf Download (394kB) |
|
|
Text
22502016_bab2.pdf Download (354kB) |
|
|
Text
22502016_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (320kB) |
|
|
Text
22502016_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (574kB) |
|
|
Text
22502016_bab5.pdf Download (94kB) |
|
|
Text
22502016_daftarpustaka.pdf Download (285kB) |
|
|
Text
22502016_daftarriwayathidup.pdf Download (94kB) |
|
|
Text
22502015_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (284kB) |
|
|
Text
22502016_suratpernyataan.pdf Restricted to Registered users only Download (312kB) |
Abstract
Fenomena "generasi sandwich" merupakan individu yang secara simultan menanggung beban finansial dan emosional merawat orang tua lanjut usia dan membesarkan anak-anak mereka sendiri, semakin umum terjadi di masyarakat kontemporer. Situasi ini sering kali menimbulkan dilema dalam menyeimbangkan berbagai tanggung jawab, termasuk kewajiban fundamental dalam Islam, yaitu birr al-wa>lidayn (berbakti kepada kedua orang tua). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengelaborasi konsep tanggung jawab generasi sandwich terhadap perintah birr al-wa>lidayn berdasarkan perspektif al-Qur'an. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) dan analisis tematik terhadap ayat-ayat al-Qur'an yang berkaitan dengan birr al-wa>lidayn. Data primer diperoleh dari ayat-ayat al-Qur'an dan penafsiran ulama, sementara data sekunder berasal dari literatur, jurnal ilmiah, dan penelitian terkait fenomena generasi sandwich dan etika Islam. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa al-Qur'an menempatkan perintah birr al-wa>lidayn sebagai kewajiban yang sangat ditekankan, sering kali disandingkan dengan perintah bertauhid kepada Allah Swt. Berbakti mencakup aspek perkataan, perbuatan, dan sikap penuh kasih sayang, serta pemenuhan kebutuhan mereka yang membutuhkan, termasuk dalam konteks generasi sandwich. Perspektif al-Qur'an memberikan panduan holistik, bahwa tanggung jawab tersebut harus dilaksanakan dengan bijaksana, proporsional, dan tidak mengabaikan kewajiban lain, seperti menafkahi keluarga inti. Generasi sandwich dituntut untuk mampu mengelola sumber daya dan emosi secara seimbang, dengan prinsip utama mendahulukan prioritas sesuai syariat, tanpa melalaikan hak orang tua maupun anak. Temuan ini menekankan pentingnya komunikasi, perencanaan, dan dukungan sosial-spiritual dalam menjalankan peran ganda tersebut.
Actions (login required)
![]() |
View Item |
