Penggunaan kata "Peh" dalam komunikasi antarbudaya santri perantau di Pondok Pesantren Riyadlotus Sariiah Bissyariah Plosoklaten Kediri

Mas'udah, Lailiyah (2025) Penggunaan kata "Peh" dalam komunikasi antarbudaya santri perantau di Pondok Pesantren Riyadlotus Sariiah Bissyariah Plosoklaten Kediri. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Kediri.

[img] Text
21103106_Prabab.pdf

Download (3MB)
[img] Text
21103106_Bab1.pdf

Download (564kB)
[img] Text
21103106_Bab2.pdf

Download (669kB)
[img] Text
21103106_Bab3.pdf

Download (578kB)
[img] Text
21103106_Bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (962kB)
[img] Text
21103106_Bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (416kB)
[img] Text
21103106_Bab6.pdf

Download (401kB)
[img] Text
21103106_Daftarpustaka.pdf

Download (404kB)
[img] Text
Pernyataan lailiyah.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (400kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan kata “Peh” dalam komunikasi antarbudaya santri perantau di Pondok Pesantren Riyadlotus Sariiah Bissyariah Plosoklaten Kediri melalui pendekatan teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann. Fokus penelitian pada penggunaan kata “Peh” dalam tiga ruang utama yaitu: eksternalisasi, objektivikasi, dan internalisasi dalam komunikasi antarbudaya santri perantau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap eksternalisasi, kata “Peh” dikenalkan melalui interaksi sosial dengan santri lokal, santri senior, masyarakat sekitar pondok, dan keluarga yang merupakan alumni pondok. Pada tahap objektivikasi, santri perantau mulai menerima dan menggunakan kata “Peh” dalam percakapan sehari-hari setelah memahami makna dan konteks penggunaannya. Kata “Peh” digunakan secara fleksibel dalam berbagai situasi emosional, seperti saat bercanda, mengeluh (sambat), atau merespons spontan terhadap kejadian tertentu. Pada tahap internalisasi, penggunaan kata “Peh” menjadi kebiasaan yang alami dan melekat dalam pola komunikasi santri perantau di lingkungan pondok pesantren. Bahkan, beberapa santri terbawa menggunakan kata “Peh” dalam komunikasi dengan keluarga di rumah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kata “Peh” tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi tetapi juga sebagai simbol identitas budaya lokal yang berhasil diadaptasi oleh santri perantau. Penggunaan kata “Peh” berdampak pada komunikasi antar santri dan mencerminkan keberhasilan komunikasi antarbudaya melalui interaksi sosial yang intens di lingkungan pesantren.

Item Type: Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1))
Subjects: 20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE (Ilmu Bahasa, Komunikasi dan Budaya) > 2099 Other Language, Communication and Culture > 209999 Language, Communication and Culture not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: LAILIYAH MAS`UDAH
Date Deposited: 29 Dec 2025 04:08
Last Modified: 29 Dec 2025 04:08
URI: https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/19803

Actions (login required)

View Item View Item