ZAHRO’, ULYA ZAKIYYATUZ (2024) Anjuran Memberi Jamuan (Kritik Sanad Dan Matan Hadis Dalam Kitab Ibnu Majah). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Kediri.
![]() |
Text
933200719_prabab.pdf Download (1MB) |
![]() |
Text
933200719_bab1.pdf Download (497kB) |
![]() |
Text
933200719_bab2.pdf Download (432kB) |
![]() |
Text
933200719_bab3.pdf Restricted to Registered users only Download (924kB) |
![]() |
Text
933200719_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (640kB) |
![]() |
Text
933200719_bab5.pdf Download (280kB) |
![]() |
Text
933200719_daftarpustaka.pdf Download (269kB) |
![]() |
Text
933200719_lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (184kB) |
![]() |
Text
933200719_lembarpernyataanpersetujuanpublikasi.pdf Download (292kB) |
Abstract
ULYA ZAKIYYATUZ ZAHRO’, Dosen Pembimbing M. MU’TASHIM BILLAH, S.Ag, M.A dan AKHMAD HASAN SALEH, S.Pd, M.PI, Anjuran Memberi Jamuan (Kritik Sanad dan Matan Hadis dalam Kitab Ibnu Majah), Skripsi, Program Studi Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri, 2024. Kata kunci: Menjamu, Kritik Sanad Matan, Ibnu Majah Jamuan berarti hidangan atau barang yang dihidangkan. Dalam hadis menganjurkan untuk memberi jamuan dengan apa saja yang dimiliki walaupun hanya sedikit, menghormati dengan wajah senang dan perkataan yang baik, serta menghidangkan makanan. Adapun jenis penelitian yang digunakan penulis adalah penelitian kepustakaan (Library Research) yang melibatkan penggunaan literatur yang relevan untuk mengumpulkan dan mengambil data yang diperlukan. Sedangkan pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif. Dan adapun sumber datanya terbagi menjadi dua, yaitu sumber data primer (Kitab Sunan Ibnu Majah, Ensiklopedi Hadis, dan Kitab Tahdzib al-Tahdzib) dan sumber data sekunder (buku, artikel, jurnal, kitab syarah, dan lain sebagainya). Adapun hasil dari penelitian ini yaitu pertama, memberi jamuan adalah bagian dari keimanan dan akhlak yang baik dalam Islam. Dalam hadis Nabi Muhammad SAW, beliau mengatakan bahwa memberi jamuan adalah tanda keimanan yang sempurna. Hadis ini juga menekankan pentingnya memberikan kegembiraan kepada tamu. Menjamu tidak hanya berarti memberikan makanan dan minuman, tetap juga memberikan perhatian dan hormat yang seimbang. Hal ini telah terbukti dalam sebuah kisah Nabi Ibrahim ketika kedatangan tamu dirumahnya. Hal ini telah dijelaskan dalam QS. al-Dzariyat ayat 24-27. Selain itu adapun hasil dari kritik sanad dan matan hadis yang dikaji adalah hadis tersebut berkualitas shahih, dalam segi sanad maupun matannya tidak bertentangan dengan syarat keshahihan sebuah hadis.
Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1)) |
---|---|
Subjects: | 13 EDUCATION (Pendidikan) > 1399 Other Education > 139999 Education not elsewhere classified 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES (Filosofi dan Studi Agama) > 2204 Religion and Religious Studies (Agama dan Studi Agama) > 220403 Islamic Studies (Studi Islam) > 22040304 Hadith and Related Knowledge (Hadits dan Ilmu yang Berkaitan) > 2204030402 Matan Hadits |
Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Jurusan Ilmu Hadits |
Depositing User: | ULYA ZAKIYYATUZ ZAHRO` |
Date Deposited: | 18 Mar 2025 03:37 |
Last Modified: | 18 Mar 2025 03:37 |
URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/16923 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |