Tradisi Mbuwak Pitik Di Gunung Pegat Lamongan Tinjauan Sosiologi Hukum Islam

IZZATI, ELVINA NUR (2024) Tradisi Mbuwak Pitik Di Gunung Pegat Lamongan Tinjauan Sosiologi Hukum Islam. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Kediri.

[img] Text
21301072_prabab.pdf

Download (2MB)
[img] Text
21301072_bab1.pdf

Download (289kB)
[img] Text
21301072_bab2.pdf

Download (222kB)
[img] Text
21301072_bab3.pdf

Download (194kB)
[img] Text
21301072_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (326kB)
[img] Text
21301072_bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (303kB)
[img] Text
21301072_bab6.pdf

Download (48kB)
[img] Text
21301072_daftarpustaka.pdf

Download (183kB)
[img] Text
21301072_lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] Text
21301072_lembarpernyataanpersetujuanpublikasi.pdf

Download (198kB)

Abstract

ELVINA NUR IZZATI, 2024. Tradisi Mbuwak Pitik Di Gunung Pegat Lamongan Tinjauan Sosiologi Hukum, Skripsi, Program Studi Hukum Keluarga Islam, Jurusan Syari'ah, IAIN Kediri, Pembimbing (1) Dr. Ahmad Wahidi, M.H dan (2) Moh. Badrus Solichin, MA Kata Kunci : Tradisi mbuwak pitek, sosiologi hukum Islam, adat istiadat Tradisi mbuwak pitik di Gunung Pegat, Lamongan, merupakan fenomena adat yang telah berlangsung turun-temurun dan diyakini dapat menghindarkan pasangan pengantin dari perceraian. Tradisi ini mencerminkan perpaduan antara kepercayaan lokal, adat istiadat, dan nilai-nilai agama. Dalam konteks sosiologi hukum Islam, tradisi ini menyoroti hubungan antara norma sosial dan pandangan hukum Islam di masyarakat Desa Karangkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana masyarakat Desa Karangkembang memaknai dan mempraktikkan tradisi mbuwak pitik dalam konteks perkawinan, serta bagaimana tradisi ini ditinjau dari perspektif sosiologi hukum Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode hukum empiris. Penelitian hukum empiris ini bertujuan untuk mengungkap secara mendalam bagaimana penerapan hukum terkait tradisi mbuwak pitik di masyarakat desa Karangkembang. Melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan praktisi masyarakat, diharapkan dapat diperoleh data empiris yang akurat dan relevan untuk menjawab permasalahan penelitian. Analisis dilakukan secara sistematis untuk menggali makna, nilai-nilai, dan dampak tradisi mbuwak pitik, dengan mengaitkan fenomena adat ini pada teori sosiologi hukum Islam. Teknik triangulasi digunakan untuk meningkatkan validitas data, sementara observasi dilakukan berulang kali untuk memastikan keakuratan informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Karangkembang memaknai tradisi mbuwak pitik sebagai bentuk simbolik untuk menjaga keharmonisan rumah tangga dan menghindari kesialan dalam pernikahan. Dari perspektif sosiologi hukum Islam, tradisi ini merepresentasikan adaptasi norma agama dengan budaya lokal, meskipun tidak memiliki dasar yang eksplisit dalam syariat Islam. Data tipografi mengungkapkan adanya variasi pemaknaan dan penerapan tradisi ini, yang sebagian besar berakar pada penghormatan terhadap leluhur dan nilai solidaritas sosial. Interpretasi tersebut menegaskan pentingnya dialog antara adat dan agama untuk menjaga keseimbangan nilai tradisional dan ajaran Islam.

Item Type: Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1))
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES (Ilmu Hukum) > 1801 Law and Islamic Law > 180113 Family Law (incl. Islamic Family Law, Munakahat)
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Ahwal Al-Syakhsiyah - Hukum Keluarga Islam
Depositing User: ELVINA NUR IZZATI
Date Deposited: 14 Mar 2025 07:20
Last Modified: 14 Mar 2025 07:20
URI: https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/16905

Actions (login required)

View Item View Item