Kajian Tematik Hadis Tentang Muslim Yang Paling Utama

Andista, Andista (2025) Kajian Tematik Hadis Tentang Muslim Yang Paling Utama. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Kediri.

[img] Text
933200515_prabab.pdf

Download (826kB)
[img] Text
933200515_bab1.pdf

Download (275kB)
[img] Text
933200515_bab2.pdf

Download (423kB)
[img] Text
933200515_bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (279kB)
[img] Text
933200515_bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (461kB)
[img] Text
933200515_bab5.pdf

Download (123kB)
[img] Text
933200515_daftar_pustaka.pdf

Download (179kB)
[img] Text
Form Pernyataan Persetujuan Publikasi.pdf

Download (317kB)

Abstract

Dalam era kontemporer dewasa ini al-Hadits banyak menjadi bahan diskursus dalam berbagai kajian keilmuan, mulai dari pendekatan yang bersifat aqliyyah (akal/rasionalitas), falsafiyyah (filsafat yunani) sampai orientalisme barat. Seluruh ucapan Beliau ini sangatlah universal sekali, karena bisa diartikan sebagai ‘Ubudiyyah, bisa juga interaksi sosial atau bisa juga Hummanisme.Hadis juga bisa juga diterangkan dan dipahami dengan berbagai diskursus ilmu pengetahuan, pendekatan teoritis dan berbagai macam metode guna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensip. Metode tematik sering digunakan untuk meneliti hadis nabi dengan cara sederhana namun sangatlah komprehensip dalam memahami hadis Nabi Saw. Hadis harus dipahami bagi setiap muslim agar menjadi muslim yang sempurna dan taat pada anjuran dan larangan Allah Swt, dalam hal ini posisi lidah dan tangan sangat menentukan bagi seorang muslim. Sebagaimana hadis Nabi Saw yang bersabda bahwasanya Muslim yang paling utama adalah orang muslim yang selamat dari lidah dan tanganya. Dengan menggunakan metode tematik dalam hadis tentang orang muslim yang paling utama disini memperoleh penjabaran dari segi redaksi dan jalur periwayatan, dengan sangat komprehensip. Makna yang bisa diperoleh dari pembahasan ini yaitu, kita hidup dan beinteraksi satu sama lainya, harus bisa bersikap atau memiliki adab yang baik dalam berkawanpun harus menjaga tutur kata dan perilaku antar sesama. Sehingga kita akan selamat dari perkara yang dimurkai oleh Allah Swt yaitu dosa lidah dan tangan, perkara sepela namun mendatangkan dosa yang besar bila kita tidak mampu menjaganya kita belum mendapat gelar seorang muslim yang paling utama baik di mata manusia dan Allah Swt. Jika pendekatan dalam memahami hadis dapat disadari secara jernih, kemungkinan memandang pemahaman dirinya paling benar akan bisa terhindarkan, karena masing-masing menyadari perbedaan titik tolak menyebabkan hasil pemahamannya juga berbeda.

Item Type: Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1))
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES (Filosofi dan Studi Agama) > 2204 Religion and Religious Studies (Agama dan Studi Agama) > 220403 Islamic Studies (Studi Islam) > 22040304 Hadith and Related Knowledge (Hadits dan Ilmu yang Berkaitan) > 2204030401 Ilmu Hadits (incl : Dirayah, Riwayah, Rijal Hadits, Jarah dan Ta’dil, Tabaqat al-Ruwat, Asbab Wurud, Nasikh dan Mansukh)
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Jurusan Ilmu Hadits
Depositing User: ANDISTA ANDISTA
Date Deposited: 27 Feb 2025 06:42
Last Modified: 27 Feb 2025 06:42
URI: https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/16860

Actions (login required)

View Item View Item