Firdausi, Wafi (2024) Tinjauan Hukum Islam Terhadap Pandangan Tokoh Agama Tentang Pembagian Harta Waris Pasangan Beda Agama Dusun Putuk Desa Banaran Kecamatan Kandangan Kabupaten Kediri. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Kediri.
![]() |
Text
931107517_prabab.pdf Download (1MB) |
![]() |
Text
931107517_bab1.pdf Download (262kB) |
![]() |
Text
931107517_bab2.pdf Download (496kB) |
![]() |
Text
931107517_bab3.pdf Download (629kB) |
![]() |
Text
931107517_bab4.pdf Restricted to Registered users only Download (459kB) |
![]() |
Text
931107517_bab5.pdf Restricted to Registered users only Download (539kB) |
![]() |
Text
931107517_bab6.pdf Download (320kB) |
![]() |
Text
931107517_daftar_pustaka.pdf Download (24kB) |
![]() |
Text
931107517_Form Pernyataan Persetujuan Publikasi Wafi.pdf Download (117kB) |
Abstract
Hukum waris Islam melarang adanya hubungan saling mewarisi antara orang yang berbeda agama, di Dusun Putuk terdapat beberapa keluarga yang membagikan waris tanpa memandang agama si ahli waris. Jadi dalam pembagian masih sama seperti adat masyarakat dimana membagi secara merata tanpa memandang jenis kelamin, dan agamanya, dalam hal ini pemuka agama Islam setempat sebagai penutan dalam segala aktifitas keagamaan masyarakat khususnya masalah dalam keluarga Islam, harus memiliki pemahaman yang baik tentang aturan pembagian waris dalam undang-undang maupun hukum Islam.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan metode pendekatan yuridis sosiologis atau sosiologi hukum dengan melihat pengaruh masyarakat terhadap hukum, dan sejauh mana masyarakat mempengaruhi hukum tersebut, serta menggunakan teknik analisis kualitatif dan bersifat deskriptif analisis yang menjelaskan tentang pembagian harta waris beda agama sesuai dengan hukum Islam. Hasil penelitian menjelaskan bahwa berbeda agama merupakan suatu halangan dalam pembagian waris islam, meskipun sudah ada hukum yang mengatur pembagian harta warisan kepada pasangan maupun anak yang berbeda agama, hal tersebut hanya sebagai solusi untuk mempertimbangkan kehidupan yang dialami bersama pewaris, akan tetapi setiap orang memiliki pendapatnya masing-masing, akan tetapi penerapan pendapat itu hanya sebatas kepada seseorang yang meminta bantuan ke-pemuka agama tersebut dimana solidaritas umat bergama di Dusun Putuk sangat bagus yang mengakibatkan lebuh memilih melakukan pembagian waris secara adat maupun kebiasaan yang ada.
Item Type: | Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1)) |
---|---|
Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES (Ilmu Hukum) > 1801 Law and Islamic Law > 180119 Law and Society (Hukum dan Masyarakat) |
Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Ahwal Al-Syakhsiyah - Hukum Keluarga Islam |
Depositing User: | WAFI FIRDAUSI |
Date Deposited: | 26 Feb 2025 07:46 |
Last Modified: | 26 Feb 2025 07:46 |
URI: | https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/16855 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |