Sila Ketuhanan Yang Maha Esa Dalam Perspektif Alquran (Pendekatan Hermeneutika dan Maq@asid al-Syari’ah)

Muqit, Abd (2018) Sila Ketuhanan Yang Maha Esa Dalam Perspektif Alquran (Pendekatan Hermeneutika dan Maq@asid al-Syari’ah). Masters (S2) thesis, IAIN Kediri.

[img] Text
92200416001-prabab.pdf

Download (140kB)
[img] Text
92200416001-bab1.pdf

Download (876kB)
[img] Text
92200416001-bab2.pdf

Download (1MB)
[img] Text
92200416001-bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (692kB)
[img] Text
92200416001-bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (895kB)
[img] Text
92200416001-bab5.pdf

Download (525kB)

Abstract

Sila Ketuhanan Yang Maha Esa sesuai pemaknaan TAP MPR adalah Negara yang berasaskan nilai-nilai agama-agama yang ada didalam negara Indonesia, mengakui agama-agama yang ada di dalamnya, mewajibkan seluruh warganya untuk bertakwa dan melaksanakan peribadatan sesuai dengan agamanya, mewajibkan warganya untuk hormat menghormati dan menjaga kerukunan antar umat yang berbeda agama serta tidak memaksakan suatu agama kepada warga lainnya. Walaupun Pancasila sebagai Ideologi dan Dasar Negara dahulu sudah disetujui semua kalangan khusus umat islam namun sekarang ada sebagian kalangan islam yang terkumpul dalam organisasi tidak setuju dengan Ideologi Pancasila. Dalam pandangan mereka sistem negara ini tidak sesuai dengan ajaran islam maka dari itu mereka ingin merubah negara NKRI menjadi negara berideologi khilafah, yaitu suatu sistem negera yang sesuai dengan ajaran Nabi muhammad saw. dan islam. Yang dipermasalahkan hizbuh tahrir tidak hanya sistem negara namun juga hukum menurutnya hukum islam berlaku menyeluruh maka konskuensinya orang-orang yang tidak percaya dengan hukum Allah itu maka dia akan kafir dan orang-orang yang tidak memakai atau tidak menjalankan hukum Allah maka dia akan fasik atau dhalim. Menurut Mahfud, Ideologi khila@fah tidak relevan untuk Indonesia ia menjelaskan argumennya sebagai berikut : 1) Pancasila ini merupakan hasil ijtihad para ulama. Seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim, dan ulama lainnya; 2) Nabi Muhammad mendirikan Darul Salam atau negara perdamaian, bukan Darul Islam; 3) Pancasila bukan liberal dan bukan komunis. Inilah fikh Indonesia hasil ijtihad para ulama; 4) gagasan mengganti Pancasila dengan khilafah akan menimbulkan kegaduhan. Menurut Said Aqil Siraj, jika orang atau organisasi yang ingin hidup dan berkembang di Indonesia maka seharusnya menghormati dan menjadikan Pancasila, UUD 1945 dan NKRI sebagai landasan eksistensinya. Melihat polemik tentang sila “ketuhan yang maha esa” yang tidak ada habis dan ujungnya maka menjadi urgen untuk diteliti dalam perspetif alquran sebagai kitab petunjuk umat islam mengingat mayoritas warga negara Indonesia adalah umat islam yang tentunya dalam mengambil rujukan permasalahan pasti kembali kepada alquran. Alquran sendiri memandang memilih agama adalah hak setiap individu manusia sehingga alquran melarang memaksakan agama tertentu kepada orang lain.

Item Type: Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Masters (S2))
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES (Filosofi dan Studi Agama) > 2203 Philosophy > 220315 Philosophy of Religion
Divisions: Program Pascasarjana > Program Studi Magister Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Muh Hamim
Date Deposited: 15 Oct 2019 02:48
Last Modified: 15 Oct 2019 02:48
URI: http://etheses.iainkediri.ac.id/id/eprint/759

Actions (login required)

View Item View Item