Tinjauan Hukum Islam Terhadap Adat Nyekar dan Tonjokan Menjelang Acara Pernikahan (Studi Kasus di Dusun Sambiroto Desa Jugo Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri)

Arif, Mokh. Nizar (2016) Tinjauan Hukum Islam Terhadap Adat Nyekar dan Tonjokan Menjelang Acara Pernikahan (Studi Kasus di Dusun Sambiroto Desa Jugo Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Kediri.

[img] Text
Halaman awal.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (518kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (929kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (525kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (537kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (810kB)
[img] Text
BAB VI.pdf

Download (371kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (230kB)
[img] Text
DAFTAR RIWAYAT HIDUP.pdf

Download (131kB)

Abstract

Permasalahan yang muncul di Dusun Sambiroto Kec. Mojo Kab. Kediri merupakan desa yang agamis, semua msyarakatnya beragama Islam, bahkan termasuk msyarakat Islam yang taat dengan ditandai ramainya kegaitan keagamaan seperti jam’iyyah istighosah, yasin, tahlil, pengajian muslimat, dan kegiatan keagamaanan lainnya masih sangat kental di lokasi ini. Jika tonjokan dan nyekar tidak ada dalam Hukum Islam yang universal lalu apa sebenarnya yang menjadi landasan tradisi nyekar dan tonjokan ini masih ada di lokasi ini. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan pandangan masyarakat terhadap tradisi nyekar dan tonjokan menjelang pernikahan di Dusun Sambiroto Desa Jugo Kec. Mojo Kab. Kediri? (2) Menganalisis tinjauan hukum Islam terhadap tradisi nyekar dan tonjokan di Dusun Sambiroto Desa Jugo Kec. Mojo Kab. Kediri. Metode penelitian dalam skripsi ini menggunakan pendekatan kualitatif, dalam pengumpulan data menggunakan metode obsevasi, dokumentasi serta wawancara. Ketiga metode pengumpulan data tersebut merupakan suatu rangkaian yang tidak terpisahkan guna memperoleh data penelitian, oleh karena itu analisa data menggunakan tehnik diskriptif kualitatif. Hasil Penelitian ini adalah: (1) Pandangan masyarakat terhadap tradisi nyekar menjelang pernikahan di Dusun Sambiroto Kec. Mojo Kab. Kediri dikelompokkan menjadi 3 kategori: pertama menurut tokoh agama nyekar merupakan kegiatan keluarga untuk mendo’akan ahli kubur. Kedua menurut tokoh masyarakat (sesepuh desa) nyekar merupakan permintaan keselamatan atas acara pernikahan yang akan di selenggarakan. Ketiga masyarakat menganggap nyekar dilakukan karena takut mendapat sanksi gunjingan dari masyarakat. Sedangkan tradisi tonjokan menjelang pernikahan merupakan bentuk gotong royong masyarakat yang akan punya gawe dan permohonan luput. Tonjokan merupakan tradisi masyarakat yang telah turun termurun. (2) Tinjauan hukum Islam terhadap tradisi nyekar di Dusun Sambiroto Kec. Mojo Kab. Kediri adalah mendoakan arwah leluhur hukumnya sunah, meminta keselamatan oleh Allah melalui arwah leluhur ini hukumnya boleh mengikuti tradisi yang sudah ada, ini hukumnya juga boleh. Ketiga hukum nyekar tersebut didasarkan pada hadis riwayat Muslim, An Nasaai dan Ahmad serta pendapat para ulama yang membolehkan ziarah kubur. Sedangkan tonjokan tidak pernah ada dalam hukum Islam karena tonjokan tidak sama dengan sodaqoh. Jadi hukum tonjokan berdasarkan urf fi’li adalah boleh.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012804 Walimatul 'Ursy (Wedding Celebration)
22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220406 Studies in Eastern Religious Traditions
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Ahwal Al-Syakhsiyah
Depositing User: Operator Repository
Date Deposited: 27 Jun 2019 09:02
Last Modified: 27 Jun 2019 09:02
URI: http://etheses.iainkediri.ac.id/id/eprint/470

Actions (login required)

View Item View Item