Analisis Terhadap Pendapat ‘Ushma>n Bin ‘Affan Tentang Hak Waris Istri Yang Telah Habis Masa Idahnya Akibat Talak Al - Fa>Riy

Adib, Mohamad (2016) Analisis Terhadap Pendapat ‘Ushma>n Bin ‘Affan Tentang Hak Waris Istri Yang Telah Habis Masa Idahnya Akibat Talak Al - Fa>Riy. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Kediri.

[img] Text
HALAMAN DEPAN.pdf

Download (530kB)
[img] Text
BAB I (PROPOSAL).pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB II (TINJAUAN UMUM HAK WARIS ISTRI YANG HABIS MASA IDAHNYA AKIBAT TALAK AL-FARIY).pdf

Download (493kB)
[img] Text
BAB III (PEMBEHASAN PENDAPAT 'UTSMAN BIN 'AFFAN).pdf
Restricted to Registered users only

Download (458kB)
[img] Text
BAB IV (ANALISIS DAN ISTIMBATUL AHKAM).pdf
Restricted to Registered users only

Download (487kB)
[img] Text
BAB V (PENUTUP).pdf

Download (276kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (251kB)

Abstract

Ikatan pernikahan adalah ikatan suci antara suami dan istri untuk hidup semati akan tetapi tidak hanya itu, selain menyatukan sepasang suami istri pernikahan juga menimbulkan hukum perikatan seperti nafkah, mahar dan waris. Waris merupakan hak yang dimiliki salah seorang suami istri jika salah satu di antara mereka telah meninggal, karena mereka memiliki salah satu di antara kriteria ahli waris yaitu: nasab, ikatan pernikahan dan wala > ’. Kemudian terdapat kontroversi para ulama yaitu keputusan ‘Uthma>n yang memberikan hak waris istri yang sudah dijatuhi talak bain dan habis masa idahnya oleh ‘Abd al-Rah}man bin ‘Auf sebelum meninggalnya. Talak tersebut dijatuhkan terhadap istrinya Tuma>d}ir bint al-`As}bagh yang ditalak tatkala ia sakit keras serta habis masa idahnya berdasarkan riwayat `Ibn Shiha > b. Kemudian Imam Ma > lik mengatakannya sebagai talak al - fa>riy (talak pelarian) dan sebagai dasar hukum bahwa seorang istri yang ditalak fa>riy dapat mewarisi meski habisnya idah ataupun menikah lagi. Berdasarkan hal ini, peneliti berkenan untuk menggali lebih dalam keputusan ‘Uthma > n terhadap hak waris istri yang ditalak bain dan habis masa idahnya serta istin ba>t al - ah}ka> m yang digunakan oleh ‘Uthma>n bin ‘Affan. Penelitian ini, menggukan metode kualitatif dan jenisnya tergolong penelitian kepustakaan (library research), dengan sifat penelitian deskriptifanalisis. Sedang data penelitian diperoleh dari data skunder yang meliputi; Al-Muwat }t} a’ , Al-Mudawwanah al-Kubray, M u s n a d a l ` Ima>m al - Shaf>i’iy , Al-Hawiy f i> Fiqh Madhab al-`Ima > m al-Sha > liy, Fiqih al-Sunnah, Al-`Umm serta Bida > yatul Mujatahid dan kitab-kitab dan buku-buku lain yang berkaitan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hanya dengan talak raj’i saja seorang istri dapat mewarisi dari suaminya, sedang pendapat ‘Uthma>n bin ‘Affan tentang hak waris istri yang ditalak al - fa>riy terdapat tiga perkara yaitu talak `Ibn Mukmil, talak Muh}ammad bin Hibba>n dan talak ‘Abd alRah{man bin ‘Auf. Dan tentang istinba>t al - ah} ka>m yang digunakan menurut al-Sayyid Sa>biq tidak ada dasar al-Quran dan Hadis tetapi sebagai produk ijtihad, Imam Ma>wardiy mengatakannya sebagai s}ulluh (upaya damai) dan dispensasi karena sifat kekayaan ‘Abd al-Rah}man, Imam Ma>lik mengatakannya sebagai sadd al - dha>ra’i dan mas}lahah mursalah . Dalam hal ini, peneliti sepakat dengan diberikanya waris terhadap istri yang ditalak al - fa>riy akan tetapi dibatasi dengan masa idah serta istri belum sampai menikah lagi agar tidak bertentangan dengan ijmak ulama yang mengatakan seorang istri tidak dapat mewarisi dari dua orang suami.

Item Type: Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1))
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES (Ilmu Hukum) > 1801 Law and Islamic Law > 180128 Islamic Family Law > 18012812 Mawaris (Inheritance)
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Ahwal Al-Syakhsiyah - Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Muh Hamim
Date Deposited: 27 Jun 2019 08:58
Last Modified: 27 Jun 2019 08:58
URI: https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/469

Actions (login required)

View Item View Item