Kedudukan Nikah Siri Dalam Pandangan Pelakunya Di Dusun Gunung Butak Desa Bulusari Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri

Cahyono, Bagus (2016) Kedudukan Nikah Siri Dalam Pandangan Pelakunya Di Dusun Gunung Butak Desa Bulusari Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Kediri.

[img] Text
SAMPUL.pdf

Download (78kB)
[img] Text
BAGIAN AWAL - BAGUS CAHYONO.pdf

Download (625kB)
[img] Text
SKRIPSI ALL BAB 1-6.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
LAMPIRAN SKRIPSI.pdf

Download (172kB)

Abstract

Fenomena nikah siri sudah menjadi fenomena yang tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia karena sudah terjadi sejak lama, bahkan setelah diberlakukannya Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 fenomena tersebut masih juga terjadi dan berlangsung hingga saat ini. Dari sini peneliti tertarik untuk meneliti terkait Kedudukan Nikah Siri Dalam Pandangan Pelakunya Di Dusun Gunung Butak Desa Bulusari Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktek pernikahan siri yang ada di Dusun tersebut, serta bertujuan untuk mengetahui pandangan pelaku nikah siri yang kasusnya hamil duluan terhadap kedudukan nikah siri di Dusun Gunung Butak. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif-analitik. Di dalam menganalisis data, penyusun menggunakan cara berfikir induktif, yang diikuti dengan pendekatan sosiologis sebagai pijakannya. Berdasarkan sifat permasalahannya penelitian ini termasuk studi kasus (case study). Metode pengumpulan data diperoleh dari observasi dan wawancara. Subjek data penelitian adalah staf Kelurahan Desa Bulusari, Kepala Dusun Gunung Butak, Sesepuh Dusun, Tokoh Agama, masyarakat yang telah melakukan nikah siri, serta masyarakat Dusun Gunung Butak lainnya yang terkait dengan masalah yang dibahas dalam skripsi ini. Berdasarkan hal tersebut peneliti menemukan bahwa hasil penelitian ini menunjukan bahwa fenomena nikah siri yang di dasari oleh hamil duluan di Dusun tersebut, dalam prakteknyasetelah para pelaku melakukan Ijāb Qabūl, setelah itu pula mereka langsung pisah sendiri-sendiri, layaknya pasangan suami istri yang telah bercerai, dikarenakan keluarga dari pihak istri tidak mau merestui hubungan mereka.Kemudian atas desakan dari para pihak keluarga, akhirnya mereka dinikahkan bukan karena pilihan namun karena paksaan. Selain itu praktek yang demikian ini telah menjadi adat kebiasaan yang mana ketika ada anak perempuan yang hamil di luar pernikahan, maka akan dinikahkan siri. Para pelaku beranggapan bahwa pernikahan siri tersebut adalah suatu hukum dalam Negara yang didalamnya belum memberikan suatu kepastian hukum terhadap pernikahan siri. Karena selama ini nikah siri dianggap tidak bertentangan dengan hukum islam, sehingga mereka merasa tidak ada masalah dengan praktek atau pelaksanaan pernikahan siri. Hingga sampai saat ini praktek pernikahan siri masih sangat sulit untuk dibendung atau dihilangkan.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012801 Nikah (Marriage)
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Ahwal Al-Syakhsiyah
Depositing User: Operator Repository
Date Deposited: 26 Jun 2019 04:14
Last Modified: 26 Jun 2019 04:14
URI: http://etheses.iainkediri.ac.id/id/eprint/462

Actions (login required)

View Item View Item