Analisis Putusan Mahkamah Konstitusi No.46/Puu-Viii/2010 Tentang Uji Materi Pasal 2 Ayat (2) Dan Pasal 43 Ayat (1) Uu Perkawinan Terhadap Pasal 28b Ayat (1) Dan Ayat (2) Serta Pasal 28d Ayat (1) Uud 1945 Perspektif Mazhab Hanafi Dan Mazhab Syafi’i

Sedayu, Rahmat Agung (2020) Analisis Putusan Mahkamah Konstitusi No.46/Puu-Viii/2010 Tentang Uji Materi Pasal 2 Ayat (2) Dan Pasal 43 Ayat (1) Uu Perkawinan Terhadap Pasal 28b Ayat (1) Dan Ayat (2) Serta Pasal 28d Ayat (1) Uud 1945 Perspektif Mazhab Hanafi Dan Mazhab Syafi’i. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Kediri.

[img] Text
931104816 prabab.pdf

Download (1MB)
[img] Text
931104816 bab1.pdf

Download (366kB)
[img] Text
931104816 bab2.pdf

Download (205kB)
[img] Text
931104816 bab3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (388kB)
[img] Text
931104816 bab4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (370kB)
[img] Text
931104816 bab5.pdf

Download (116kB)
[img] Text
931104816 daftar pustaka.pdf

Download (227kB)
[img] Text
931104816 lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Status nasab anak merupakan hal penting bagi masa depan anak. Untuk itu Machicha Mochtar mengajukan permohonan kepada Mahkamah konstitusi untuk melakukan uji materi pasal 2 ayat (2) dan pasal 43 ayat (1) UU Perkawinan terhadap pasal 28B ayat (1) dan ayat (2) serta pasal 28D ayat (1) UUD 1945 yang ternyata pasal-pasal tersebut berbenturan dan merugikan hak-hak konstitusional pemohon. Pada hari Jum’at, 17 Februari 2012 MK mengabulkan permohonan pemohon untuk sebagian dan menetapkan bahwa Pasal 43 ayat (1) telah menghilangkan hak konstitusional pemohon. Untuk itu penelitian ini bermaksud untuk meneliti dan menganalisis Putusan Mahkamah Konstitusi No.46/PUUVIII/ 2010 Perspektif Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i yang berfokus pada bagaimana latar belakang munculnya putusan MK No.46/PUU-VIII/2010, bagaimana pendapat mazhab Hanafi dan mazhab Syafi’i entang status nasab anak diluar nikah, dan bagaimana putusan MK No.46/PUU-VIII/2010 menurut mazhab Hanafi dan mazhab Syafi’i. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian Library research (penelitian kepustakaan) dan penulis menggunakan pendekatan kualitatif. Sedangkan dalam pengumpulan data digunakan teknik dokumentasi (kepustakaan). Proses analisa data menggunakan teknik content analisys (analisis isi), yaitu teknik penelitian dengan mencari bentuk, struktur, serta pola yang beraturan dalam teks dan membuat penarikan atas dasar keteraturan yang ditemukan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: 1) Pada 20 Desember 1993, Machica Mochtar melangsungkan pernikahan sirinya dengan Moerdiono. Dari pernikahan tersebut lahir seorang anak bernama M.Iqbal Ramadhan. Karena pernikahan orang tuanya siri, maka M.Iqbal Ramadhan tidak diakui oleh keluarga Moerdiono melalui jumpa pres pada bulan Juli 2008. Demi menjaga masa depan anak Machica mengajukan permohonan uji materi ke MK. 2) mazhab Hanafi dan syafi’i berpendapat bahwa nikah siri tidak mengakibatkan putusnya hubungan nasab anak dengan ayah dan anak tetap mendapatkan hak keperdataannya. 3) Putusan MK No.46/PUU-VIII/2010 sangatlah sinergi dengan pendapat mazhab Hanafi dan Syafi’i yang sepakat bahwa anak yang terlahir dari perkawinan yang sah berdasarkan agama (siri) tetap tsabit terhadap bapak biologisnya, dan anak tersebut memiliki hak keperdataan dengan bapak biologisnya, seperti hak mendapatkan nafkah, waris, dan perwalian (jika perempuan).

Item Type: Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1))
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES (Ilmu Hukum) > 1801 Law and Islamic Law > 180113 Family Law (incl. Islamic Family Law, Munakahat)
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Ahwal Al-Syakhsiyah - Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Mokamad Mahbub Junaidi
Date Deposited: 23 Nov 2021 04:01
Last Modified: 23 Nov 2021 04:01
URI: https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/2801

Actions (login required)

View Item View Item