Penerapan Syirkah Dalam Maro Sapi (Studi Kasus Pada Pelaku Maro Nyusuki Di Dusun Mangurejo Desa Bangkok Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri)

Musdalifah, Anisah (2020) Penerapan Syirkah Dalam Maro Sapi (Studi Kasus Pada Pelaku Maro Nyusuki Di Dusun Mangurejo Desa Bangkok Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Kediri.

[img] Text
931333415 Prabab.pdf

Download (685kB)
[img] Text
931333415 Bab 1.pdf

Download (578kB)
[img] Text
931333415 Bab 2.pdf

Download (564kB)
[img] Text
931333415 Bab 3.pdf

Download (326kB)
[img] Text
931333415 Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (373kB)
[img] Text
931333415 Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (422kB)
[img] Text
931333415 Bab 6.pdf
Restricted to Registered users only

Download (300kB)
[img] Text
931333415 Daftar Pustaka.pdf

Download (311kB)
[img] Text
931333415 Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Syirkah merupakan kerjasama antara dua orang atau lebih untuk melakukan suatu usaha, masing-masing pihak memberikan kontribusi dana dengan kesepakatan keuntungan dan kerugian dibagi bersama. Syirkah merupakan wujud nyata prinsip tolong menolong antara manusia yang juga menjadi salah satu prinsip utama ajaran Islam, khususnya dalam mu’amalah. Di Dusun Mangurejo Desa Bangkok Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri masyarakat menerapkan kerjasama bagi hasil sapi biasa disebut maro sapi. Maro sapi yang dilakukan masyarakat Dusun Mangurejo ada tiga, yaitu: maro anak (pedet), maro bathi dan maro nyusuki. Penulis akan membahas tentang maro nyusuki, maro nyusuki adalah kerjasama bagi hasil sapi dengan syarat sapi harus sampai beranak, apabila sapi sudah menghasilkan anak, maka anak sapi tersebut dikira-kirakan harganya kemudian diantara kedua belah pihak siapa yang ingin memiliki anak sapi tersebut ia harus membayar separuh harga (nyusuki). Modal yang dijadikan bagi hasil adalah sapi yang telah diketahui harganya. Bagi hasil dilakukan tanpa ada batasan waktu. Kerjasama berkahir apabila sapi yang dipelihara mati atau salah satu pihak ingin mengakhiri, maka semua induk sapi dijual setelah adanya kesepakatan. Pada saat pembagian keuntungan hasil penjualan sapi dikurangi modal awal harga sapi kemudian keuntungan dibagi sesuai kesepakatan. Apabila sapi tidak bisa beranak (mandul), saat menjual sapi terjadi penurunan harga atau sapi yang dipelihara mati maka kerugian ditanggung bersama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada penerapan syirkah dalam maro sapi di Dusun Mangurejo Desa Bangkok Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri belum sepenuhnya sesuai syirkah. Secara umum rukun dan syarat syirkah sudah terpenuhi, kedua belah pihak menjalankan tugas dengan amanah. Dalam pembagian keuntungan sudah sesuai yaitu dalam bentuk prosentase, namun pada pembagian keuntungan pemelihara tidak mendapatkan ganti atas modal yang telah dikeluarkan. Mekipun pemelihara sudah merelakan namun proses pembagian keuntungan belum sesuai prosedur yang benar.

Item Type: Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1))
Subjects: 14 ECONOMICS (Ekonomi) > 1402 Applied Economics > 140209 Industry Economics and Industrial Organisation
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Jurusan Ekonomi Syariah
Depositing User: Muh Hamim
Date Deposited: 08 Feb 2021 05:08
Last Modified: 08 Feb 2021 05:08
URI: https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/2079

Actions (login required)

View Item View Item