Makna Slametan Tingkeban (Studi Kasus Terhadap Tradisi Keagamaan Masyarakat Desa Turus Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri

Nurhadi, Muhammad (2019) Makna Slametan Tingkeban (Studi Kasus Terhadap Tradisi Keagamaan Masyarakat Desa Turus Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Kediri.

[img] Text
933102415-Pra Bab.pdf

Download (1MB)
[img] Text
933102415-bab1.pdf

Download (435kB)
[img] Text
933102415-bab3.pdf

Download (223kB)
[img] Text
933102415-bab5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (364kB)
[img] Text
933102415-bab6.pdf

Download (189kB)
[img] Text
933102415-Daftar Pustaka.pdf

Download (299kB)

Abstract

Fenomena-fenomena yang mencerminkan perilaku manusia saat ini yaitu tradisi-tradisi baik dalam agama dan kebudayaan. Keberagaman ini sangat berpengaruh dengan masuknya agama-agama besar yang mana mereka menjalankan agama tersebut secara murni atau dengan memadukan ajaran agama sebelumnya. Maka dari itu, diperlukan suatu paradigma dalam mengembangkan tradisi-tradisi tersebut guna mengetahui peran dan fungsinya. Pemahaman masyarakat pada tradisi-tradisi itu memiliki esensi dan makna dalam menjalankan aktivitas keberagaman.. Masyarakat Desa Turus Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri menekankan tradisi-tradisi Jawa, khusunya tradisi slametan tingkeban dalam menjalankan aktivitas keberagaman. Dalam menjalankan aktivitas tersebut mengindikasikan adanya pemaham masyarakat terhadap adanya tradisi tersebut. Kemudian memunculkan pertanyaan (1) Bagaimana Pemahaman Masyarakat Desa Turus Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri terhadap adanya tradisi slametan tingkeban? (2) Bagaimana makna tradisi slametan tingkeban bagi masyarakat Desa Turus Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri? Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif, sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus, dalam penelitian ini metode pengumpulan data menggunakan metode pengamatan (Observasi), Wawancara (interview), dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa terdapat pemahaman masyarakat Desa Turus terhadap adanya tradisi slametan tingkeban, menyatakan bahwa tradisi slametan di Desa Turus merupakan tradisi yang turun-temurun dari nenek moyang atau para sesepuh dahulu yang mana tradisi tersebut diadakan ketika seseorang ibu sedang mengandung dalam usia tujuh bulan., tradisi tersebut merupakan upacara ritual untuk memanjatkan doa dan sebagai sarana bershodaqoh, serta tradisi tersebut kebanyakan memakai adat tradisi Islam Jawa yang hanya cukup dengan mengadakan slametan atau kenduren. Selanjutnya, makna slametan tingkeban bagi masyarakat Desa Turus yaitu ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, adanya rasa syukur terhadap Allah SWT, dan untuk memohon keselamatan kepada Allah SWT untuk dijauhkan dari bala yang akan menimpanya dan agar nantinya dilancarkan sampai kelahirannya, serta menjalin silaturrahmi yang lebih baik antar tetangga yang akan menciptakan rukun tetangga, dan juga sebagai media pembelajaran bagi anak sejak dalam usia kandungan yang berdampak positif.

Item Type: Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1))
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES (Filosofi dan Studi Agama) > 2204 Religion and Religious Studies (Agama dan Studi Agama) > 220407 Studies in Religious Traditions (excl. Eastern, Jewish, Christian and Islamic Traditions)
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Jurusan Studi Agama-agama
Depositing User: Muh Hamim
Date Deposited: 24 Mar 2020 01:11
Last Modified: 24 Mar 2020 01:11
URI: https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/1125

Actions (login required)

View Item View Item