Komodifikasi Agama Dalam Iklan (Analisis Wacana Kritis Sara Mills terhadap Iklan Biskuit Kokola Versi Mamah Dedeh)

Sebastian, Andi (2019) Komodifikasi Agama Dalam Iklan (Analisis Wacana Kritis Sara Mills terhadap Iklan Biskuit Kokola Versi Mamah Dedeh). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Kediri.

[img] Text
933503715-full.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan, pertama memberikan pemahaman kepada pembaca tentang aspek-aspek komodifikasi agama yang muncul dalam iklan untuk dapat diterapkan bukan hanya pada iklan ini saja. Kedua, penelitian ini bertujuan agar pembaca mampu menganalis dan memahami bagaimana aspek komodifikasi tersebut ditampilkan dalam iklan, dan hal tersebut hanya untuk menarik daya beli konsumen untuk membeli produknya. Ketiga, penelitian ini memiliki tujuan agar pembaca mengetahui pendapat Ulama atau Cendikiawan yang dipilih oleh peneliti sebagai narasumber dalam penelitian ini, terkait dengan pesan-pesan agama yang muncul dalam iklan. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Peneliti menggunakan teori analisis wacana kritis Sara Mills untuk membedah iklan ini. Peneliti menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Kediri dan tokoh Muhammadiyah Kediri. Penelitian ini berlokasi di Kediri dengan korpus penelitian segala sesuatu yang memiliki kaitan dengan komodifikasi agama terkait tentang iklan Biskuit Kokola versi Mamah Dedeh. Hasil penelitian komodifikasi agama dalam iklan analisis wacana kritis Sara Mills terhadap iklan Biskuit Kokola versi Mamah Dedeh adalah terdapat unsur komodifikasi agama dalam iklan tersebut. Mubaligh atau tokoh agama dalam iklan ini digunakan, dimanfaatkan posisinya untuk meningkatkan penjualan produk. Tokoh agama dalam iklan ini juga dimanfaakan posisinya untuk meniadakan lembaga-lembaga yang seharusnya memiliki kewenangan. Para Da’i atau Mubaligh harus selektif memilih media untuk berdakwah apalagi media yang dipilih adalah iklan. Jangan sampai posisi seorang tokoh agama hanya digunakan untuk kepentingan mencari profit dari produsen saja. Bagi produsen yang membuat iklan juga harus mempertimbangkan etika dalam membuat iklan, jangan hanya untuk mencari keuntungan finansial kemudian menghalalkan segala cara. Negara juga harus membuat aturan yang ketat dan seluruh lapisan masyarakat ataupun lembaga-lembaga juga harus ikut mengawasi. Dari tokoh agama yang diwawancari hal tersebut sebenarnya sah-sah saja, akan tetapi tokoh agama yang menjadi bintang iklan akan turun ketokohannya dan yang terbaik adalah bagaimana memisahkan dakwah dengan kepentingan bisnis.

Item Type: Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Undergraduate (S1))
Subjects: 20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE (Ilmu Bahasa, Komunikasi dan Budaya) > 2001 Communication and Media Studies > 200102 Communication Technology and Digital Media Studies
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: Muh Hamim
Date Deposited: 02 Mar 2020 02:01
Last Modified: 02 Mar 2020 02:01
URI: https://etheses.iainkediri.ac.id:80/id/eprint/1057

Actions (login required)

View Item View Item